Nasional

12 Perkara yang Dosanya Terus Mengalir Meski Pelakunya Telah Meninggal Dunia

12 Perkara yang Dosanya Terus Mengalir Meski Pelakunya Telah Meninggal Dunia

JAKARTA— Dosa jariyah adalah dosa yang terus dicatat atas nama pelakunya meskipun ia telah berada di dalam kubur. Dosa tersebut terus berlangsung dan tidak pernah terhenti.

Pelakunya telah meninggal dunia dan terputus dari kehidupan dunia, tetapi catatan dosanya masih terus bertambah setiap hari. Bahkan, dosa itu semakin berlipat seiring berjalannya waktu dan bergantinya siang dan malam.

Sementara itu, ia telah terkurung di dalam kuburnya dan tidak lagi memiliki kemampuan untuk menghentikannya.

Allah SWT berfirman:

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya secara sempurna pada hari Kiamat dan sebagian dosa orang-orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya dosa yang mereka pikul itu.” (QS An-Nahl: 25).

Kata al-awzar merupakan bentuk jamak dari wizr, yang berarti sesuatu yang berat. Dalam konteks ayat ini, yang dimaksud adalah dosa dan kesalahan yang akan terasa berat bebannya bagi pelakunya pada hari Kiamat.

Lantas, bagaimana mungkin dosa itu tidak menjadi beban yang berat, sementara jumlahnya terus bertambah setiap hari? Bagaimana mungkin tidak terasa berat, sedangkan dosa tersebut terus berlangsung hingga hari Kiamat?

Sebagaimana firman Allah SWT:

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

“Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri dan dosa-dosa yang lain bersama dosa-dosa mereka. Sesungguhnya pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” (QS Al-Ankabut: 13).