Jakarta (ANTARA) - Perilaku love bombing terkadang sulit untuk dideteksi karena korbannya bisa merasa sangat dicintai dan diperlakukan istimewa.
Dibalik perilaku yang terlihat manis tersebut, ternyata love bombing bisa menjadi indikasi awal hubungan yang tidak sehat yang mengandung manipulasi emosional.
WebMD mendefinisikan tindakan love bombing sebagai bentuk manipulasi emosional yang dilakukan dengan memberikan pujian dan kasih sayang yang berlebihan untuk mengendalikan pasangannya.
Awalnya mungkin hubungan akan berjalan menyenangkan. Pasangan sering memberikan pujian dan menjanjikan masa depan yang indah.
Namun, lama-kelamaan sikap pasangan bisa berbalik. Pelaku love bombing mulai akan mengontrol seluruh hidup pasangannya bahkan menjauhkan pasangan dari orang terdekat.
Mengetahui tanda-tanda love bombing penting untuk menjauhkan diri dari efek buruk tindakan tersebut. Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Memberikan hadiah terlalu sering
Menurut Cleveland Clinic, pelaku love bombing biasanya sering memberikan hadiah sebagai bentuk kasih sayang.
Sebenarnya hal ini normal dalam suatu hubungan, tetapi kalau memberikan barang yang tidak dibutuhkan, terlalu mewah, bahkan yang tidak diinginkan sebaiknya waspadai tanda ini.
Bukan cuma memberi hadiah, mereka juga berharap dipuji, diakui, atau mendapat balasan dari hadiah tersebut.
2. Memuji dengan berlebihan
Love bombing bisa dikenali sejak awal hubungan, mereka cenderung sering melontarkan kalimat pujian yang berlebihan padahal baru saling mengenal.
Rayuan gombalan yang berlebihan dan cenderung hiperbola bisa terasa tidak nyaman jika terlalu cepat diungkapkan.
3. Sering menelpon dan mengirim pesan
Saling bertukar kabar adalah hal wajar dalam hubungan baru, tapi apabila salah satunya sudah mulai terganggu bisa menandakan hubungan yang tidak sehat.
Pelaku love bombing akan nonstop mengirim pesan dan menelpon pasangannya, bahkan di waktu yang tidak tepat dengan kalimat-kalimat agresif.
4. Sering mengungkapkan rasa cinta
Love bombing bisa ditandai dari perilaku pasangan yang terus-menerus menanyakan kegiatan pasangan saat sedang berjauhan.
Mereka juga akan mengungkapkan perasaannya terlalu sering dan ingin hubungannya divalidasi oleh orang lain dengan mengunggahnya mereka ke media sosial.
5. Ingin selalu diperhatikan
Pelaku love bombing akan bergantung pada pasangannya untuk mendapatkan perhatian. Lama kelamaan hal ini bisa membuatnya semakin menuntut.
Mereka akan mudah cemburu saat pasangannya sedang bersama teman ataupun keluarganya.
Biasanya mereka akan meminta pasangan untuk memilih dirinya atau orang lain. Pasangan juga dituntut untuk memprioritaskan dirinya dibanding pekerjaan.
6. Marah saat ada batasan
Verywell Health menyatakan bahwa memiliki batasan bagi diri sendiri maupun untuk pasangan adalah hal yang wajar.
Pasangan yang tidak menghormati batasan dan marah saat batasan ditegakkan bisa menandakan sikap posesif dan manipulasi emosional.
Pelaku love bombing ingin hidup pasangannya hanya untuk mereka. Sehingga saat keinginan mereka tidak dituruti, mereka akan menuduh pasangannya egois dan berlaku seakan menjadi korban.
7. Selalu ingin bersama pasangan
Pelaku love bombing akan berusaha menjauhkan pasangannya dari orang-orang terdekatnya. Mereka ingin mengontrol pasangannya dengan membatasi hubungan dari orang lain.
Sikap ini ditandai saat mereka selalu melarang pasangannya bertemu orang lain atau melakukan aktivitas tanpanya.
Mereka akan kesal setiap pasangan melakukan sesuatu tanpa melibatkan dirinya.