Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia (PB ABTI) terus mengupayakan agar cabang olahraga bola tangan tetap dipertandingkan pada SEA Games 2027 di Malaysia, menyusul kabar bahwa cabang olahraga tersebut tidak masuk dalam daftar pertandingan.
Ketua Umum PB ABTI Zulfydar Zaidar Mochtar mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Presiden Federasi Bola Tangan Asia Tenggara untuk mencari solusi agar bola tangan tetap mendapat kesempatan tampil pada pesta olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara itu.
"Saya sudah berkomunikasi dengan Presiden Bola Tangan Asia Tenggara dan berupaya meyakinkan NOC Indonesia serta tuan rumah sebagai bagian dari pelaksanaan," kata Zulfydar usai pelantikan PB ABTI masa bakti 2026-2030 di Jakarta, Kamis.
Ia mengakui keputusan mengenai cabang olahraga yang dipertandingkan berada di tangan negara tuan rumah. Namun, menurut dia, masih ada peluang untuk memperjuangkan bola tangan melalui komunikasi dengan federasi regional maupun pihak penyelenggara di Malaysia.
Zulfydar mengatakan hingga kini belum ditemukan cara terbaik untuk meyakinkan pemerintah maupun Komite Olimpiade Malaysia agar memasukkan bola tangan dalam daftar cabang olahraga SEA Games 2027.
Meski demikian, ia menilai Malaysia memiliki perkembangan prestasi yang cukup baik dalam cabang olahraga tersebut sehingga peluang untuk membuka komunikasi masih tetap ada.
Sebagai alternatif, Zulfydar mengusulkan agar nomor bola tangan pantai (beach handball) turut dipertandingkan, tidak hanya nomor dalam ruangan (indoor handball).
"Saya mengusulkan nomor beach dipertandingkan, tidak hanya nomor indoor saja. Nomor beach ini di dunia juga berkembang dan masih terus kami komunikasikan," ujar Zulfydar.
Menurut dia, keikutsertaan bola tangan dalam SEA Games penting bagi kesinambungan pembinaan dan pencapaian prestasi atlet nasional. Sebab, SEA Games menjadi salah satu tahapan kompetisi regional yang dapat digunakan untuk mengukur perkembangan atlet sebelum melangkah ke tingkat yang lebih tinggi.
Meski demikian, Zulfydar memastikan ketidakpastian keikutsertaan bola tangan pada SEA Games 2027 tidak akan mengganggu program pembinaan yang telah disusun PB ABTI.
Ia mengatakan berbagai agenda kompetisi nasional tetap berjalan, mulai dari kejuaraan nasional junior dan senior, kejuaraan bola tangan pantai, hingga kompetisi terbuka.
PB ABTI juga menyiapkan Liga Pelajar sebagai upaya memperkuat regenerasi atlet melalui pembinaan sejak tingkat SMP dan SMA.
"Target-target tetap kami jalankan. Ada kejurnas junior, senior, bola tangan pantai, dan kompetisi lainnya. Kami terus mencoba mencetak atlet dengan skenario dan strategi yang sudah disiapkan," kata Zulfydar.
Ia menegaskan PB ABTI akan terus memperjuangkan peluang bola tangan dipertandingkan di SEA Games 2027 sembari memastikan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet tetap berlangsung.
Dengan demikian, ia mengatakan apa pun keputusan penyelenggara, Indonesia tetap memiliki persiapan jangka panjang untuk menjaga daya saing bola tangan di tingkat regional maupun internasional.