Proses evakuasi badan helikopter Mi-17 yang jatuh di Kabupaten , Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami sejumlah kendala. Selain cuaca, keberadaan aliran listrik di sekitar badan pesawat yang jatuh juga menjadi ancaman bagi tim penyelam.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengungkapkan, proses pencarian perlu mempertimbangkan kondisi alam, terutama gelombang dan angin yang dapat membahayakan keselamatan personel di lapangan.
"Karena itu, tim melakukan persiapan dan menyesuaikan waktu pelaksanaan operasi agar proses evakuasi badan pesawat dapat berlangsung lebih aman," kata Zainul dilansir detikKalimantan, Jumat (6/11/2026).
Meski pesawat telah dalam kondisi mati, masih terdapat aliran listrik yang berisiko membahayakan orang yang mendekat. Bahkan, kata Zainul, seorang penyelam dilaporkan sempat tersengat listrik saat berada di dalam badan pesawat.
"Walaupun pesawatnya sudah dalam kondisi mati, masih ada elektrik-elektrik yang bisa membahayakan bagi penyelam maupun orang yang mendekat. Tadi penyelam saat mengevakuasi korban sempat tersengat listrik di dalam pesawat," ujarnya.
Zainul meminta masyarakat tidak mendekati lokasi jatuhnya helikopter. Pengamanan di sekitar lokasi dilakukan oleh aparat kepolisian, termasuk personel Polsek dan Polres, untuk mencegah warga mendekati bangkai pesawat.