Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono mendorong kepada pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat permodalan dan mengembangkan usaha.
"Akses pembiayaan perbankan menjadi salah satu kunci mendorong lahirnya usaha baru sekaligus meningkatkan skala bisnis pelaku ekonomi kreatif," katanya di sela kegiatan bertajuk Literasi Bisnis Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif dalam Rangka Aktivtasi Desa Kreatif di Sidoarjo, Sabtu.
Ia mengatakan, pemerintah telah meningkatkan alokasi KUR dari Rp280 triliun menjadi Rp300 triliun yang perlu diikuti optimalisasi penyaluran agar manfaat pembiayaan benar-benar dirasakan pelaku usaha, khususnya sektor ekonomi kreatif.
BHS sapaan akrabnya menjelaskan fasilitas KUR tanpa agunan hingga Rp100 juta harus dimanfaatkan secara maksimal karena skema tersebut membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembiayaan perbankan.
“Tanpa agunan sampai Rp100 juta. Ini harus bisa dimanfaatkan betul. Jangan sampai ada daerah yang serapan KUR-nya hanya sekitar 2,5 persen,” kata BHS.
Ia menilai, rendahnya penyerapan KUR menunjukkan masih perlunya penguatan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Karena itu, peningkatan kuota pembiayaan perlu dibarengi upaya memperluas jangkauan penerima manfaat.
"Pengembangan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan peningkatan omzet usaha, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Karena itu, akses permodalan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pengelolaan usaha," katanya.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Anggara Hayun Anujuprana, mengatakan kolaborasi dengan Komisi VII DPR RI, Bank Mandiri, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo diwujudkan melalui kegiatan literasi bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif.
Program tersebut bertujuan mempersiapkan pelaku usaha agar lebih siap ketika berhadapan dengan lembaga keuangan, baik perbankan maupun nonperbankan. Materi yang diberikan mencakup pemahaman produk pembiayaan serta peluang mengakses modal usaha.
“Literasi bisnis ini merupakan program untuk mempersiapkan pelaku ekonomi kreatif apabila dipertemukan dengan lembaga keuangan. Pada hari ini kami mendorong mereka untuk bertemu dengan perbankan,” ujar Anggara.
Sementara, narasumber Mikro Banking Officer PT Bank Mandiri Irfan Rudyanto mengatakan Bank Mandiri akan tetap men-support UMKM tidak hanya sebagai pendanaan di sisi KUR.
"Tapi kita juga melakukan support terhadap pemasaran atau pengembangan dari pihak UMKM," katanya