Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga penyanyi Nini Carlina dan Fitri Carlina. Ayah tercinta, Tasrun Hadinoto, dipanggil Sang Pencipta usai berjuang melawan sakit yang sempat diidapnya.
Nini Carlina membeberkan kronologi lengkap detik-detik kepergian sang ayah yang berpulang begitu cepat dan tenang, meski sebelumnya sempat ngobrol dengan keluarga.
Kondisi kesehatan sang ayah memang naik-turun dalam dua tahun terakhir. Menurut Nini, ayahnya memiliki riwayat sakit jantung dan pernah memasang ring, hingga kerap mengalami infeksi paru-paru.
"Memang dua tahun belakangan ini semenjak bapak pasang ring, beberapa kali terdiagnosa infeksi di paru-parunya," ungkap Nini Carlina di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).
Kondisinya sempat membaik di bawah penanganan tim dokter yang dipimpin oleh sang menantu, dr. H. Hendra Marki. Namun, kondisi sang ayah kembali memburuk usai menghadiri acara tasyakuran peresmian masjid dan Rumah Al-Qur'an, hadiah dari anak-anaknya di Banyuwangi.
"Papa semangat banget, tiap hari ke masjid, ikut bersih-bersih saking senangnya. Mungkin kecapekan. Pas perjalanan pulang dari Surabaya mau ke Jakarta, Papa drop di Surabaya," jelasnya.
Sempat disarankan menjalani perawatan di rumah sakit di Surabaya, sang ayah memilih diboyong ke Jakarta agar dekat dengan anak dan menantunya.
Setibanya di Jakarta, kesehatan Tasrun Hadinoto sempat stabil. Namun, tak berselang lama, gejala linglung mulai tampak hingga pihak keluarga melarikannya ke rumah sakit.
"Hari Selasanya kontrol ke dokter dinyatakan baik-baik saja. Ternyata Kamis malam dikabarin Papa suka ngigo-ngigo. Sadar, tapi ngomongnya udah gak kayak biasanya," tutur Nini.
Setelah diperiksa, infeksi di paru-parunya rupanya memberat hingga menjalar atau complicated. Pihak medis berjuang maksimal merawat sang ayah di rumah sakit selama 15 hari.
Momen tersebut sekaligus menjadi ajang kumpul keluarga. Fitri Carlina beserta suami, hingga cucu tertua yang bekerja di Irlandia, sempat berkumpul untuk mendampingi dan menghibur sang ayah.
Usai jalani perawatan di rumah sakit, sang ayah sempat dibawa pulang dan mendapat perawatan intensif dari caregiver profesional di rumah. Namun dua hari lalu, nadinya mendadak tak teraba hingga harus dilarikan ke IGD dan masuk ruang perawatan intensif.
Nini mengaku sangat terkejut dengan kepergian sang ayah yang begitu cepat. Hal itu karena di hari kepergian, sang ayah masih sempat berinteraksi dan berbincang hangat.
Ketika pihak keluarga tiba di rumah sakit, sang ayah telah dinyatakan meninggal dunia. Meski begitu, keluarga merasa lega dan ikhlas karena mendapati almarhum berpulang dalam keadaan yang sangat tenang.
"Papa dipanggil Allah SWT dalam keadaan yang tenang. Kami semua sudah ikhlas, sudah memberikan yang terbaik baik dari pengobatan maupun kemauan Papa," tutur Nini.