Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mencatat banjir akibat hujan deras dalam beberapa hari terakhir merendam lahan tanaman hortikultura, meliputi bawang merah, jagung, dan melon di sejumlah wilayah setempat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Makrus Manan di Tulungagung, Rabu, mengatakan, petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan luas lahan pertanian yang terdampak banjir.
"Kami sudah mendapat laporan dan petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan terhadap total lahan terdampak," katanya.
Berdasarkan data sementara, lahan bawang merah di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang terendam banjir mencapai sekitar dua hektare.
Petugas juga memantau kemungkinan dampak serupa pada lahan bawang merah di wilayah lainnya.
Makrus mengatakan genangan air berpotensi menurunkan hasil produksi bawang merah karena petani harus mempercepat masa panen untuk menghindari kerusakan tanaman.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani, terutama apabila tanaman belum memasuki usia panen sehingga hasil produksi yang diperoleh berpotensi tidak optimal.
"Mau tidak mau harus dipanen. Kalau tanamannya masih muda atau belum layak panen, petani semakin merugi," ujarnya.
Selain bawang merah, Disperta Tulungagung juga mencatat lahan jagung seluas 1.788 hektare di Kecamatan Rejotangan dan lahan melon seluas 1,35 hektare di Kecamatan Kalidawir turut terdampak genangan banjir.
Meski demikian, Makrus menyebut kondisi tanaman jagung dan melon secara umum masih relatif aman. Sebagian tanaman bahkan sudah memasuki masa panen sehingga masih berpeluang diselamatkan oleh petani.
"Alhamdulillah kondisinya tidak parah, masih bisa panen karena sebagian tanaman sudah siap panen," katanya.
Disperta Tulungagung terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan untuk mengetahui perkembangan dampak banjir terhadap sektor pertanian serta memastikan kondisi tanaman di wilayah terdampak.