Jakarta (ANTARA) - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempercepat pencapaian investasi 2026 dengan memberi pendampingan berupa bantuan kepada para investor yang menghadapi kendala dalam merealisasikan investasinya.
"Kami perlu menjaga (investor). Apabila mereka menghadapi kendala-kendala untuk melanjutkan realisasi investasi, kami harus bantu penyelesaiannya," ucap Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Heldy Satrya Putera ketika ditemui di sela acara "Forum Mineral Kritis Multipihak Indonesia 2026" yang digelar di Jakarta, Kamis.
Heldy menyampaikan salah satu jenis kendala yang acapkali dihadapi oleh para investor untuk merealisasikan investasinya adalah perizinan.
Untuk mempercepat realisasi, tutur Heldy, maka BKPM memberi pendampingan yang bertujuan untuk membantu penyelesaian permasalahan perizinan.
"Ini yang akan kami terus pantau untuk kami mengejar bagaimana realisasi sampai akhir tahun nanti. Jadi, kami sudah punya sebetulnya angka-angka yang bisa kami harapkan. Tinggal bagaimana mendorongnya," ujar Heldy.
Diwartakan sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebutkan realisasi investasi per September 2026 mencapai sebesar Rp1.539,2 triliun dengan menyerap 2,19 juta tenaga kerja baru.
Rosan menjelaskan capaian investasi nasional tersebut telah memenuhi 75,4 persen dari target yang ditetapkan oleh pemerintah sepanjang tahun.
Khusus untuk triwulan ketiga 2026, nilai investasi yang berhasil ditarik masuk menembus angka Rp528,7 triliun.
Penanaman modal asing (PMA) tercatat memberikan kontribusi sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp761,4 triliun.
Pemerataan pembangunan ekonomi juga menunjukkan tren positif dengan nilai investasi di luar Pulau Jawa yang mendominasi sebesar Rp779,4 triliun atau 50,6 persen dari total capaian.
Sementara itu, realisasi penanaman modal di wilayah Pulau Jawa mengekor dengan pada angka Rp759,8 triliun atau setara dengan proporsi 49,4 persen.
Singapura menjadi negara asal penyumbang modal asing terbesar yang menanamkan investasi di Indonesia dengan nilai mencapai 14 miliar dolar Amerika Serikat.