Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penanganan dampak banjir yang disertai tanah longsor di Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Jumat, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah itu sejak Selasa (3/11) dini hari, yang memicu peningkatan debit air serta membuat tanah menjadi jenuh dan labil hingga akhirnya longsor pada Rabu (4/11) pukul 11.00 WIB.
"Material longsor mengenai sejumlah rumah warga sehingga mengakibatkan kerusakan pada beberapa bagian bangunan," ujarnya.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi sementara ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa bencana hidrometeorologi basah itu.
Namun, kata Berton, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, peristiwa ini berdampak pada 13 jiwa, dengan tiga jiwa di antaranya harus mengungsi. Selain itu, tercatat sebanyak lima unit rumah warga mengalami kerusakan.
Tim petugas BPBD Kabupaten Sanggau masih melakukan asesmen serta pendataan terhadap warga dan rumah yang terdampak bersama perangkat desa dan TNI/Polri bersama masyarakat setempat.
"Hingga Kamis (5/11), koordinasi lintas sektor dan pemantauan kondisi di lokasi kejadian masih terus berlangsung," kata dia.