Nasional

BNPB: Pesawat Australia mulai padamkan karhutla di Samarinda

BNPB: Pesawat Australia mulai padamkan karhutla di Samarinda

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pesawat dukungan kemitraan internasional dari Australia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mulai beroperasi di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan di Jakarta, Jumat, menjelaskan pesawat jenis Hercules C-130 milik Australia melaksanakan operasi pemadaman dari udara di wilayah tersebut dan mencatatkan tiga kali penjatuhan air atau water bombing hingga pukul 15.00 WIB.

"Sebelum pelaksanaan operasi, tim melakukan briefing pada pagi hari untuk menentukan sasaran pemadaman, di mana teridentifikasi dua titik api atau fire spot yang berada di dekat permukiman warga dan menjadi prioritas utama," kata dia.

Dia menjelaskan pemadaman dari udara difokuskan pada titik-titik api di sekitar permukiman guna mengantisipasi ancaman langsung terhadap keselamatan masyarakat.

Setelah menyelesaikan setiap sorti penerbangan, armada udara tersebut membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk proses pengisian air sebelum kembali melanjutkan misi penyiraman.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui BNPB bersama Pemerintah Australia telah menyiapkan satu pesawat Hercules C-130 sebagai Large Air Tanker berkapasitas angkut hingga 15.000 liter air per sorti, serta satu pesawat Cessna Citation sebagai pesawat pemandu.

Operasi kemitraan ini juga melibatkan 20 personel spesialis penerbangan dari New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS), termasuk pilot dan kru pendukung.

Pesawat Hercules tersebut direncanakan mampu melaksanakan hingga enam sorti dalam sehari dan rangkaian operasi bantuan udara ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, 6-12 November 2026.

BNPB terus mengintensifkan koordinasi dengan tim dari Australia serta unsur terkait di lapangan guna memastikan efektivitas operasi pemadaman, khususnya dalam menjangkau titik api yang mendekati kawasan permukiman warga.