Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas minimum putri (47,6 kg) World Boxing Association (WBA) Sarah Bormann mengatasi duel sengit melawan Chaima Bounouar untuk mempertahankan sabuk juaranya di Karlsruhe, Jerman.
"Pertarungan tersebut sesuai dengan ekspektasi sebagai laga yang berlangsung sengit," demikian keterangan WBA setelah pertandingan dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Bounouar tampil agresif sejak awal pertarungan dengan memberikan tekanan kepada Bormann. Petinju penantang tersebut berusaha mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali mengarahkan pukulan keras, terutama hook ke bagian tubuh sang juara bertahan.
Tekanan yang dilancarkan Bounouar membuat Bormann harus bekerja keras untuk menjaga jarak dan mengantisipasi setiap serangan. Meski demikian, petinju Jerman itu mampu menunjukkan ketenangan dengan memanfaatkan pengalaman bertanding untuk menghadapi agresivitas lawan.
Pengalaman dan ketepatan Bormann terbukti menjadi faktor penentu pada momen-momen penting sepanjang pertarungan. Ia mengandalkan jab yang konsisten serta pergerakan lateral yang efektif untuk menghindari tekanan Bounouar sekaligus membangun serangan balik.
Strategi tersebut membuat Bormann mampu mengendalikan jalannya pertarungan, khususnya ketika kedua petinju bertukar serangan dari jarak menengah dan jauh. Ia juga berhasil mengumpulkan poin melalui kombinasi pukulan yang lebih terukur dan akurat.
Di sisi lain, Bounouar terus berupaya mencari celah untuk membalikkan keadaan. Penantang asal Spanyol itu tidak mengendurkan tekanan dan berusaha memaksimalkan setiap kesempatan untuk mendaratkan pukulan telak kepada Bormann.
Setelah pertarungan berlangsung selama 10 ronde, Bormann akhirnya dinyatakan sebagai pemenang melalui keputusan juri yang terbagi (split decision) atas penantang asal Spanyol tersebut.
Kartu skor resmi mencerminkan perbedaan pandangan para juri. Dua juri memberikan keunggulan kepada Bormann dengan skor 97-92 dan 95-94, sedangkan juri ketiga justru memberikan angka 95-94 untuk Bounouar.
Dengan kemenangan itu, Bormann menegaskan kembali dominasinya di divisi 105 pon dan mempertahankan sabuk juara hitam-emas ikonis WBA. Petinju berpengalaman yang memiliki disiplin dan etos kerja solid itu juga memperkuat rekor profesionalnya menjadi 22 kemenangan dan satu kekalahan, dengan tujuh kemenangan di antaranya diraih melalui knockout (KO).
Sedangkan, Bounouar gagal melewati tantangan terbesar dalam karir profesionalnya dan harus menyudahi rekor tak terkalahkannya dengan enam kemenangan (satu KO) dan satu kekalahan.