Politik

BP Tapera: Penyaluran FLPP jangkau masyarakat di Solo Raya dan Padang

BP Tapera: Penyaluran FLPP jangkau masyarakat di Solo Raya dan Padang

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP telah menjangkau masyarakat di kawasan Solo Raya, Jawa Tengah dan Kota Padang, Sumatera Barat.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan realisasi FLPP per 4 November 2026 di kawasan Solo Raya, untuk enam kabupaten tercatat penyaluran 4.113 unit dengan nilai Rp489,49 miliar. Enam wilayah tersebut ialah Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Angka ini belum mencakup Kota Surakarta. Sementara itu, realisasi FLPP Kota Padang mencapai 582 unit dengan nilai penyaluran Rp68,86 miliar.

“Capaian ini menunjukkan penyaluran FLPP telah menjangkau masyarakat di berbagai daerah, termasuk kawasan Solo Raya dan Kota Padang,” ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Penyaluran tersebut didukung delapan bank penyalur, empat asosiasi pengembang, 46 pengembang, dan 58 kawasan perumahan.

Kebutuhan pembangunan perumahan di daerah mendorong Wali Kota Surakarta Respati Achmad Arianto dan Wali Kota Padang Fadly Amran bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Kedua kepala daerah tersebut menyampaikan usulan pembangunan dan meminta dukungan pemerintah pusat untuk menjawab kebutuhan perumahan serta penataan kawasan di wilayah masing-masing. Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho turut hadir dan menyampaikan perkembangan realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Heru juga menyampaikan, realisasi FLPP nasional per 4 November 2026 pukul 15.00 WIB mencapai 199.429 unit rumah dengan nilai penyaluran Rp24,85 triliun.

Sementara itu Menteri PKP juga mendorong pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pola kerja lama, tetapi membuka ruang kolaborasi dan inovasi sesuai karakteristik wilayah.

Untuk mendukung ekosistem usaha perumahan, Maruarar juga mendorong pemanfaatan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi kontraktor, pengembang, distributor, dan toko bahan bangunan.

Skema yang disampaikan mencakup subsidi bunga sekitar 5 persen, sehingga beban bunga yang semula sekitar 11 persen menjadi sekitar 6 persen, dengan plafon pembiayaan hingga Rp20 miliar.

Penyaluran KPP secara keseluruhan disebut telah mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Khusus Kota Surakarta, penyaluran tercatat sekitar Rp187 miliar dengan 1.016 penerima; sebanyak 915 di antaranya memanfaatkan pembiayaan untuk renovasi rumah.

Menteri PKP turut menyampaikan rencana dukungan anggaran Rp1 triliun untuk program gentengisasi di Solo Raya, dengan cakupan satu kota dan lima kabupaten serta rencana penyaluran satu juta genteng. Balai Kota Surakarta disebut sebagai lokasi kegiatan yang direncanakan.