Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyebutkan sebanyak 50 rumah rusak akibat cuaca ekstrem angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah Ciamis yang saat ini mendapatkan penanganan agar rumah warga bisa kembali ditempati.
"Dampak ada 50 rumah, tiga fasilitas umum dan satu dunia usaha terdampak," kata Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani di Ciamis, Sabtu.
Ia menuturkan, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Ciamis, Jumat (6/11) petang menyebabkan pohon tumbang dan menimpa bangunan rumah warga di Kecamatan Rancah, dan Kecamatan Rajadesa.
Beruntung kejadian itu, kata dia, tidak menyebabkan korban jiwa, hanya kerusakan pada bangunan rumah warga dan fasilitas umum seperti kerusakan pada bagian atap.
Ia menyebutkan, hasil asesmen di lapangan tercatat di Kecamatan Rancah terdapat 39 rumah terdampak dengan rincian 36 rumah rusak ringan, dan tiga rumah rusak sedang, kemudian ada fasilitas umum berupa madrasah, pabrik huler, dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Di Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa ada 11 rumah terdampak, semua rusak ringan. Korban nihil," katanya.
Ia mengatakan, adanya daerah yang terdampak bencana cuaca ekstrem itu membuat BPBD Ciamis, instansi terkait, dan masyarakat sukarelawan langsung bergerak membantu masyarakat, memangkas pohon tumbang, dan pembersihan puing-puing.
Ia juga memastikan tidak ada warga yang mengungsi, dan seluruh rumah yang rusak bagian atapnya akan segera diperbaiki dengan memasang asbes.
Ani mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera lapor melalui berbagai saluran media sosial BPBD Ciamis maupun telepon di 08112316567 apabila ada kejadian bencana alam agar secepatnya tim dapat bergerak cepat untuk menanggulanginya.