Nasional

BPKH Terus Salurkan Dana Kemaslahatan untuk Umat Tiap Tahun Capai Rp 270 Miliar

BPKH Terus Salurkan Dana Kemaslahatan untuk Umat Tiap Tahun Capai Rp 270 Miliar

BANDUNG -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus menyalurkan dana kemaslahatan untuk para asnaf atau penerima manfaat, mustahik tiap tahun. Dana pokok yang ada saat ini sebesar Rp 4 triliun dengan per tahun menghasilkan kurang lebih mencapai Rp 270 miliar.

Anggota BPKH Indra Gunawan mengatakan pengelolaan dana haji yang bersumber dari jamaah haji telah diaudit dan mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Termasuk dana kemaslahatan umat dengan dana pokok sekitar Rp 4 triliun dan menghasilkan Rp 270 miliar tiap tahun.

"Ini dana non APBN, dana yang bisa dimanfaatkan oleh umat Islam untuk asnaf atau kelompok yang berhak. Penggunaannya bisa untuk pendidikan, kesehatan, sosial, keumatan, agama, perhajian, termasuk penanganan bencana," ucap dia seusai acara Leader to Leader Beyond Business, Beyond Charity: Kepemimpinan yang mengubah kepedulian menjadi dampak di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kegiatan kolaborasi Republika dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Rumah Yatim itu, ia mengatakan sejumlah program telah dilaksanakan menggunakan dana kemaslahatan seperti pembangunan kampung haji di Palu dan Sukabumi, daerah terdampak bencana gempa bumi dan tanah longsor. Pihaknya juga membangun rumah-rumah dan kembali membangun infrastruktur kampung atau desa yang terdampak bencana.

Ia menyebut program tersebut dapat diakses oleh lembaga filantropi. Di Jawa Barat sendiri beberapa diantaranya terdapat Rumah Yatim, Rumah Wakaf, Rumah Zakat, dan Rumah Bunda Mulia.

"Ini sebuah kebanggaan. Umat Islam di Jawa Barat memang terkenal dengan semangat silih wawangi, saling menyebarkan kebaikan, kebermanfaatan, kemaslahatan, dan kesejahteraan bagi lingkungan sekitarnya," ungkap dia.

Selama berdiri 8 tahun, ia mengatakan dana umat yang dikelola BPKH total hampir Rp 2 triliun. Sedangkan dana pokok tetap terjaga sebagai dana abadi umat yang tidak boleh berkurang atau mengalami kerugian.

"Jadi Rp 270 miliar setiap tahun menghasilkan efek berganda atau multiplier effect yang luar biasa," kata dia.

Ia pun menyebutkan dana kemaslahatan digunakan salah satunya untuk pengembangan UMKM di Jawa Barat. Pihaknya membangun program Merbit Mart yaitu marbot masjid dapat membangun toko dari bekas kontainer seperti yang sudah terlaksana di Bogor dan beberapa daerah lainnya.

"Ada juga program penggemukan sapi kurban dan hewan kurban. Kami juga menyalurkan sedekah kurban setiap Idul Adha. Sebagian sapi dan kambingnya berasal dari hasil penggemukan UMKM," kata dia.

(N-Muhammad Fauzi Ridwan)