Jakarta, (ANTARA) – Perum BULOG kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 untuk kategori Outstanding Food Stabilization & Distribution. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan BULOG dalam memperkuat stabilisasi pasokan dan harga pangan, mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, serta memastikan distribusi beras menjangkau masyarakat secara luas. Capaian tersebut sekaligus mempertegas peran strategis BULOG sebagai operator pangan pemerintah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara CNN Indonesia Awards 2026 yang mengusung tema “Karya Nyata untuk Indonesia Berdaya”, bertempat di Ballroom Dua Mutiara, JW Marriott Hotel Jakarta, Mega Kuningan, Jumat (6/11). Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras seluruh jajaran BULOG dalam menjalankan amanah pemerintah, khususnya dalam menjaga ketersediaan cadangan pangan nasional dan mendukung stabilitas harga beras di tengah berbagai tantangan.
Sepanjang tahun 2026, Perum BULOG menunjukkan kinerja yang semakin kuat melalui realisasi penyerapan hasil panen petani yang telah mencapai sekitar 4,3 juta ton setara beras, melampaui 100 persen target yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, pada awal Oktober 2026, BULOG mengelola stok beras sekitar 5,4 juta ton, yang menjadi salah satu capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Besarnya cadangan beras tersebut mencerminkan penguatan kapasitas BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi instrumen strategis pemerintah untuk mengantisipasi gejolak pasokan, perubahan iklim, dan dinamika pangan global.
“Atas nama Perum BULOG, kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan CNN Indonesia. Ini merupakan penghargaan kedua yang kami terima selama saya menjabat sebagai Direktur Utama. Alhamdulillah, tahun ini target kembali tercapai, bahkan serapan BULOG sudah melampaui 100 persen atau lebih dari 4,2 juta ton, dengan stok yang saat ini berada di kisaran 4,5 juta ton,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani seusai menerima penghargaan.
Lebih lanjut, Ahmad Rizal menegaskan bahwa besarnya cadangan beras nasional menjadi modal penting untuk mendukung arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan stok yang kuat tidak hanya memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat fenomena iklim seperti El Niño. “Dengan stok yang berlimpah, kami optimistis kebutuhan pangan nasional dapat tetap terjamin. Ini menjadi bagian dari upaya BULOG untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan sebagaimana arahan Bapak Presiden,” jelasnya.
Selain memperkuat cadangan pangan, BULOG terus mengoptimalkan penyaluran beras melalui berbagai program strategis pemerintah. Sepanjang tahun 2026, realisasi penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai sekitar 974 ribu ton, sementara program Bantuan Pangan dialokasikan sebanyak 997,2 ribu ton beras bagi 33,24 juta penerima pada periode Juli–September 2026. Kedua program tersebut menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah melalui BULOG dalam menjaga keterjangkauan harga, memperluas akses pangan, serta memastikan masyarakat mendapatkan beras secara merata.
Menutup keterangannya, Ahmad Rizal menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran BULOG untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. BULOG berkomitmen memperkuat penyerapan produksi dalam negeri, mengoptimalkan pengelolaan cadangan pangan, serta melaksanakan intervensi pasar secara terukur dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. “Kami tidak banyak berjanji, tetapi akan terus meningkatkan bukti nyata melalui pelayanan terbaik kepada rakyat dan stabilisasi harga yang merata di seluruh Tanah Air. Bukan hanya swasembada pangannya yang harus berkelanjutan, tetapi stabilisasi harganya juga harus berkelanjutan,” pungkasnya.