Politik

Chusnunia dorong pariwisata berkelanjutan yang berdampak pada ekonomi

Chusnunia dorong pariwisata berkelanjutan yang berdampak pada ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong pariwisata berkelanjutan yang berdampak (impactful tourism) agar memberikan dampak luas yang mencakup aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan.

Chusnunia dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu menilai pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi berorientasi pada hasil nyata yang positif bagi ekonomi lokal, kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan

Ia menjelaskan sektor pariwisata Indonesia saat ini terus berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menggerakkan rantai pasok lokal, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner hingga produk kerajinan seni budaya.

Selain itu, kata dia, juga menyerap jutaan tenaga kerja langsung di berbagai daerah serta mendorong pelestarian seni, tradisi, dan kebanggaan lokal.

Lebih lanjut, Chusnunia juga terus mendorong agar investasi pariwisata yang tumbuh dapat memberikan manfaat serta membawa efek berganda bagi perekonomian nasional maupun daerah.

Data Kementerian Pariwisata mencatat realisasi investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp73,56 triliun pada 2025, melonjak 56,05 persen dibandingkan pada 2024 senilai Rp47,14 triliun.

"Dampak investasi sangat bergantung pada seberapa besar aktivitas ekonomi yang terhubung dengan pelaku usaha setempat, penggunaan tenaga kerja lokal, pembelian bahan baku dari daerah hingga belanja wisatawan di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ucap Chusnunia.

Kendati demikian, ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan investasi perlu terus dievaluasi dan pengukuran dampaknya terhadap para UMKM, upah pekerja, penciptaan lapangan kerja formal, lama tinggal wisatawan serta proporsi belanja yang berputar di daerah.

"Pengukuran ini penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan pariwisata benar-benar memperkuat ekonomi masyarakat atau justru menyisakan kebocoran ekonomi akibat ketergantungan pada pemasok dari luar daerah," ujarnya.