Liputan6.com, Jakarta - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/) merilis proyeksi pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari berbagai negara di dunia. Dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO) per Oktober 2026, tercatat sebagai negara dengan rasio tertinggi di dunia.
IMF memproyeksikan rasio utang pemerintah Sudan melonjak hingga 334,4 persen dari PDB. Posisi berikutnya disusul oleh Jepang dengan rasio utang pemerintah mencapai 199,4 persen PDB, serta Singapura yang mencatatkan rasio utang sebesar 166,4 persen terhadap PDB.
Melihat tingginya beban utang global, IMF memberikan peringatan keras (warning) terkait mendesaknya penyesuaian fiskal. Kendati demikian, penyesuaian tersebut harus tetap melindungi alokasi anggaran belanja yang mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan, seperti investasi infrastruktur, peningkatan keterampilan, dan perlindungan sosial yang tepat sasaran.
"Di negara-negara dengan tingkat utang tinggi, penyesuaian yang diperlukan mungkin lebih besar dibandingkan dengan tingkat penyesuaian yang secara umum terbukti dapat dilaksanakan pada masa lalu," tulis laporan WEO IMF, dikutip Sabtu (7/11/2026).
IMF menilai penyesuaian fiskal perlu dilengkapi dengan rasionalisasi belanja yang mendalam melalui peninjauan ulang cakupan aktivitas pemerintah serta reformasi struktural.
Bagi negara dengan tekanan inflasi tinggi, konsolidasi fiskal dinilai dapat membantu memoderasi permintaan sekaligus memperkuat upaya kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas harga.
"Pengelolaan utang yang prudent dan regulasi keuangan yang baik akan membantu mengurangi biaya pinjaman antarwaktu, membatasi kerentanan terhadap risiko pembiayaan kembali (refinancing), serta mengurangi ketidaksesuaian mata uang (currency mismatches)," tegas IMF.