Ekonomi

Dolar AS Melemah Usai Pemilu Paruh Waktu, Rupiah Dibuka Menguat

Dolar AS Melemah Usai Pemilu Paruh Waktu, Rupiah Dibuka Menguat

Liputan6.com, Jakarta - terhadap Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (5/11/2026). Penguatan mata uang Garuda dipengaruhi hasil AS, pelemahan indeks dolar, serta penurunan harga minyak mentah dunia.

Rupiah hari ini dibuka menguat 98 poin atau 0,54 persen ke posisi 18.070 per dolar AS. Angka tersebut lebih kuat dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 18.168 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS memengaruhi sentimen pasar keuangan global.

“Dengan kemenangan Partai Demokrat, timbul ekspektasi bahwa Partai Demokrat akan membatasi ruang pemerintahan Trump terkait kebijakan tarif, pajak, defisit anggaran pemerintah, penerbitan obligasi pemerintah, sehingga mendorong investor global mengatur ulang portofolio investasinya lebih ke risk on,” ungkapnya dikutip dari Antara.

Perubahan ekspektasi kebijakan tersebut turut mendorong investor global menyesuaikan portofolio investasinya ke aset berisiko (risk-on).

Harga Minyak Dunia Ikut Tekan Dolar AS

Selain sentimen politik AS, penguatan rupiah juga didukung penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar 10,1 basis poin menjadi 4,86 persen. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS melemah ke level 101,3.

Tekanan terhadap dolar AS turut dipengaruhi penurunan harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent merosot lebih dari 8 persen hingga berada di sekitar US$ 95 per barel.

Harga Brent turun US$ 8,55 atau 8,25 persen menjadi US$ 95,05 per barel pada Rabu (4/11/2026) pukul 18.50 GMT. Sementara itu, minyak mentah WTI melemah US$ 7,81 atau 8,13 persen menjadi US$ 88,28 per barel.

Di dalam negeri, sentimen positif terlihat dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia yang melandai ke level 7,67 persen.

Prospek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III 2026 yang diperkirakan lebih kuat dibandingkan kuartal sebelumnya juga menjadi penopang.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, Rully memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang 18.000 per dolar AS hingga 18.100 per dolar AS.