Kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), oleh Dwi Bagus Martono (40) di Madiun menyisakan sederet fakta mengejutkan. Polisi mengungkap berbagai upaya Dwi Bagus yang disiapkan untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Polisi menemukan informasi pembelian drum dan zat kimia yang diduga disiapkan Dwi untuk menghilangkan jejak pembunuhan dengan cara lain sebelum akhirnya memilih membakar jasad kedua korban.
Menurut Jumhur, tersangka sempat merencanakan penggunaan larutan kimia untuk merendam jasad Dini dan anaknya, tetapi rencana tersebut tidak terlaksana.
"Ada lagi temuan di alat komunikasi terkait dia membeli drum. Nah, ini menarik juga. Jadi itu drum itu untuk alternatif selain dibakar, tadinya mohon maaf, kata tersangka ya (korban) mau difermentasi," kata Jumhur di RS Bhayangkara Polda Jatim, dilansir detikJatim, Jumat (6/11/2026).
"Difermentasi, dikasih larutan kimia, direndam tapi tidak terlaksana. Akhirnya ya dibakar," ujarnya.
Diketahui, istri siri Dwi Bagus, Dini dibunuh di sebuah kamar hotel di Madiun. Kemudian, Dwi Bagus juga menghabisi nyawa AGEF, anak Dini. Kedua jasad korban lalu dibakar dan dimasukkan ke mesin penggiling, setelah itu dibakar lagi oleh Dwi Bagus.
Simak selengkapnya di sini.