Politik

Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi dari China, Airlangga Incar Tumbuh 7 Persen

Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Tinggi dari China, Airlangga Incar Tumbuh 7 Persen

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara anggota G20, termasuk China. Perekonomian Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal III 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Dan capaian ini lebih tinggi dari berbagai negara lain di negara G20, seperti China yang di angka 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 bahkan Jepang di angka 0,7 persen. India tumbuh lebih tinggi yaitu di angka 7,8 persen,” kata Airlangga dalam taklimat media pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang Januari-September 2026 mencapai 5,45 persen. Airlangga menilai capaian tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih memiliki daya tahan di tengah tekanan global.

Dia menjelaskan, kondisi global masih dibayangi sejumlah risiko, mulai dari ketidakpastian geopolitik, perubahan harga energi, hingga dampak fenomena El Nino. Harga minyak Brent sempat mencapai 117,6 dolar AS per barel pada akhir Oktober, sebelum turun menjadi 94,6 dolar AS per barel pada 4 November 2026.

Selain itu, pemerintah juga mencermati tekanan likuiditas global dan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve).

Di tengah kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen dengan kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Konsumsi pemerintah juga tumbuh 8,95 persen, sementara investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) meningkat 6,06 persen.

Airlangga mengatakan peningkatan belanja pemerintah pada kuartal II dan III turut didorong sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB dengan porsi 19,22 persen. Sektor ini tumbuh 5,87 persen pada kuartal III 2026.

Sejumlah sektor mencatatkan pertumbuhan tinggi, antara lain akomodasi dan makan minum sebesar 11,22 persen, transportasi dan pergudangan 8,03 persen, serta jasa keuangan 8,47 persen.

Sementara itu, realisasi investasi pada kuartal III 2026 mencapai Rp 528,7 triliun atau tumbuh 7,6 persen secara tahunan. Investasi hilirisasi tercatat Rp 179,9 triliun atau meningkat 19,4 persen.

Airlangga menargetkan pertumbuhan ekonomi secara kumulatif sepanjang 2026 mencapai sekitar 5,4 persen. Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah akan melanjutkan stimulus konsumsi masyarakat, mendorong belanja pemerintah, serta memperkuat investasi dan ekspor.

Sejumlah pekerja berjalan di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (6/8/2025). Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 tumbuh tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 sebesar 5,12% secara tahunan (year on year/yoy). pertumbuhan ini sedikit lebih tinggi dari pada kuartal I 2025, yakni 4,87%. Pertumbuhan ini berada di atas rata-rata,angka psikologi RI, 5%. Pertumbuhan ini mengguguli negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.
Sejumlah pekerja berjalan di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (6/8/2025). - (Republika/Prayogi)