Nasional

Elemen Umat Islam Satukan Barisan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia

Elemen Umat Islam Satukan Barisan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia

JAKARTA – Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam mulai menyatukan barisan melalui gerakan Aksi Rakyat Bela Indonesia yang akan digelar di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad (8/11/2026) besok.

Gerakan ini digagas sebagai wadah konsolidasi berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa dan masa depan Indonesia.

Aksi Rakyat Bela Indonesia tersebut akan diawali dengan shalat Subuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan acara utama pada pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

Salah satu inisiator aksi, Ustadz Erick Yusuf mengatakan, gerakan tersebut berawal dari pertemuan sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi di Masjid Agung Al-Azhar.

Pertemuan itu menyepakati perlunya membangun gerakan bersama untuk mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan membela kepentingan bangsa.

"Ini momentum ketika kita menyeru semua pihak yang betul-betul peduli dan mencintai Indonesia untuk bersama-sama bersatu membela Indonesia. Persatuan Indonesia ini yang kita tekankan," ujar Ustaz Erick saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Ustadz Erick, gerakan tersebut terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, komunitas, lembaga, hingga berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Dia berharap, aksi tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai kekuatan masyarakat yang memiliki perhatian terhadap persoalan kebangsaan.

Dia menjelaskan, para inisiator melihat sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian bersama.

Mulai dari persoalan kekuasaan, dugaan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara, oligarki, hingga pengelolaan sumber daya alam dan penegakan hukum.

Karena itu, Aksi Rakyat Bela Indonesia juga membawa agenda untuk mengawal kedaulatan negara dan memastikan kepentingan rakyat menjadi orientasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Kita ingin marwah negara dan bangsa ini dikedepankan. Kita harus berada di belakang keputusan-keputusan pemerintah yang bertujuan menjaga marwah negara dan bangsa," katanya.

Gerakan ini melibatkan sejumlah tokoh dengan latar belakang organisasi dan profesi yang beragam.

Jimly Asshiddiqie ditetapkan sebagai pembina, Ferry Juliantono sebagai ketua pengarah, sedangkan Bachtiar Nasir dipercaya menjadi ketua organisasi pelaksana (OC).

Sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi lainnya juga tercatat sebagai inisiator, di antaranya Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis) Jeje Zaenudin, Ketua Umum PERTI HM Syarif Hutauruk, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Fathurrahman Mahfudz, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin, serta Ketua DPP PUI Arif Susanto.

Selain itu, terdapat nama Adian Husaini, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Widodo Muktiyo, Laode M Kamaluddin, dan sejumlah tokoh lainnya.