Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Fatima Al-Fihriya Award 2026 atas kontribusinya dalam kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan sosial.
“Kehormatan ini saya dedikasikan kepada para perempuan Jawa Timur dan Indonesia, kader Muslimat NU, kader organisasi wanita lainnya juga para relawan sosial,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Sabtu.
Penghargaan edisi keenam tersebut diberikan kepada tokoh perempuan yang berkontribusi dalam bidang pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Penyelenggaraannya di Indonesia melibatkan Asosiasi Profesor Muslimat NU, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Programme MED 21, Association de Soutien au Programme MED 21, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
Selain Khofifah, penghargaan juga diberikan kepada Sinta Nuriyah Wahid, mantan Presiden Singapura Halimah Yacob, Bassima Hakkaoui dari Maroko, dan Neziha Labidi dari Tunisia.
Khofifah mendedikasikan penghargaan tersebut kepada perempuan yang selama ini mengabdi bagi masyarakat. Ia juga mengangkat keteladanan Fatima al-Fihriya yang mewakafkan hartanya untuk mendirikan Masjid al-Qarawiyyin di Fez, Maroko, lebih dari 1.000 tahun lalu.
“Di situlah saya melihat makna kepemimpinan perempuan. Ketika mendapat amanah, kita memiliki kesempatan untuk membuka jalan bagi perempuan lain agar dapat belajar, mandiri, dan ikut menentukan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka,” ujarnya.
Menurut Khofifah, pengalaman bersama Muslimat NU mengajarkannya pentingnya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Kader organisasi tersebut dinilai memahami kebutuhan keluarga, mulai dari akses kesehatan, pendidikan anak, hingga pemberdayaan ekonomi.
Di Jawa Timur, salah satu upaya pemberdayaan perempuan dilakukan melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (KIP Putri Jawara), yang memberikan bantuan modal usaha bagi perempuan dengan keterbatasan ekonomi.
Khofifah menegaskan pemberdayaan harus melibatkan perempuan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Pemerintah juga perlu memastikan program menjangkau kelompok rentan, termasuk perempuan penyandang disabilitas dan warga di wilayah terpencil.
Sementara itu, perwakilan Forum Azzahra for Moroccan Women sekaligus Ketua Asosiasi Program Mediterania 21 dari Tunisia, Muhammad Al Arabi bin Athiyyah, mengapresiasi dukungan Khofifah dalam penyelenggaraan penghargaan tersebut.
“Semoga acara seperti ini dapat dihadirkan kembali, untuk menemukan perempuan hebat yang telah berjuang memberikan sumbangsih di dunia pendidikan, kemanusiaan di dunia ini,” katanya.
Gubernur Jatim terima Fatima Al-Fihriya Award 2026 dari Maroko