Politik

Gubernur Texas Anti-Islam Tumbang di Pemilu Sela AS

Gubernur Texas Anti-Islam Tumbang di Pemilu Sela AS

TEXAS – Gubernur Texas dari Partai Republik, Greg Abbott yang telah menjabat selama tiga periode akhirnya kalah lewat pemilu sela. Politikus yang terkenal anti-Islam dan pendukung Israel garis keras itu dikalahkan anggota DPR negara bagian dari Partai Demokrat, Gina Hinojosa. 

Hasil yang mengejutkan ini mengakhiri dominasi Partai Republik selama tiga dekade atas jabatan gubernur, menurut proyeksi media AS pada Selasa. Merujuk Reuters, Hinojosa mencatatkan sejarah sebagai orang Hispanik pertama yang terpilih untuk memimpin negara bagian tersebut. 

Sejak tahun 1994, belum ada kandidat dari Partai Demokrat yang memenangkan jabatan di tingkat negara bagian di Texas; ini merupakan periode kekosongan kemenangan terlama di seluruh Amerika Serikat.

Hasil ini menjadi kejutan lain di tengah malam yang gemilang bagi Partai Demokrat, yang diproyeksikan akan menguasai baik DPR maupun Senat, berkat kemenangan di sejumlah negara bagian konservatif seperti South Carolina dan Kansas.

Gregg Abbot sebelumnya kerap menjadi sorotan kelompok pembela kebebasan beragama dan organisasi hak-hak sipil Muslim di Amerika Serikat. Sejumlah kebijakan dan tindakannya terhadap komunitas Muslim, lembaga Islam, serta isu Palestina-Israel menuai kritik karena dinilai memperkuat sentimen anti-Islam.

Sedangkan strategi Hinojosa sebagian bergantung pada upaya meyakinkan para pemilih Latin bahwa kenaikan biaya hidup dan masalah di sekolah negeri—yang kondisinya kian tertekan—jauh lebih penting daripada isu-isu "perang budaya" yang dalam beberapa tahun terakhir telah menarik banyak pemilih Latin untuk beralih ke Partai Republik.

Kandidat gubernur Texas yang juga merupakan anggota dewan negara bagian, Gina Hinojosa, berbicara dalam sebuah acara kampanye pemilihan paruh waktu di Austin, Texas, pada 2 November 2026.
Kandidat gubernur Texas yang juga merupakan anggota dewan negara bagian, Gina Hinojosa, berbicara dalam sebuah acara kampanye pemilihan paruh waktu di Austin, Texas, pada 2 November 2026. - (RONALDO SCHEMIDT/AFP)

"Kami sama-sama orang Texas dan orang Amerika seperti siapa pun," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Reuters di Austin pada bulan Juli. "Masyarakat Latin merasakan tekanan ekonomi, sama seperti keluarga-keluarga di seluruh negeri ini, termasuk di Texas, yang terdampak cukup parah."

Abbott menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menggalang dukungan di Texas Selatan; ia secara rutin mengunjungi komunitas-komunitas di wilayah perbatasan yang mayoritas penduduknya adalah warga Latin, membangun jaringan operasional lapangan yang luas di Rio Grande Valley, serta menjadikan isu keamanan perbatasan sebagai fokus utama dalam upaya menjangkau para pemilih.

Hinojosa muncul sebagai pesaing yang tak terduga bagi salah satu gubernur dari Partai Republik yang paling dikenal dan memiliki pendanaan terbaik di negara tersebut.

Kemenangannya terjadi bersamaan dengan kemenangan anggota DPR negara bagian, James Talarico, dalam pemilihan Senat AS di Texas, menurut proyeksi media. Ia mengalahkan kandidat Partai Republik, Ken Paxton, yang didukung oleh Presiden Donald Trump.

Menurut Direktur Eksekutif Voto Latino, Beatriz Lopez, kemenangan Partai Demokrat ini merupakan hasil dari tingginya partisipasi pemilih Latin, yang termotivasi oleh kekhawatiran mengenai keterjangkauan biaya hidup serta agenda penegakan imigrasi yang agresif dari Trump.

Organisasi tersebut, yang berupaya mendaftarkan dan memobilisasi pemilih Latin, telah mendaftarkan sekitar 400.000 pemilih di Texas pada siklus pemilihan ini dan berharap dapat mempertahankan momentum tersebut hingga pemilihan presiden tahun 2028.

"Ini adalah kemenangan menyeluruh di Texas," ujarnya. "Hal ini benar-benar menempatkan Texas sebagai negara bagian medan pertempuran politik—dan itu mengubah segalanya, baik saat ini maupun menuju tahun 2028."

Jejak Anti-Islam Greg Abbott...