Hiburan

Hailey Bieber Alami PMDD Usai Melahirkan, Sebut Lebih Intens dari PMS

Hailey Bieber Alami PMDD Usai Melahirkan, Sebut Lebih Intens dari PMS
Jadi intinya...
  • Hailey Bieber alami PMDD setelah melahirkan, gejala emosionalnya lebih intens.
  • Ia menyoroti kurangnya riset dan diskusi tentang PMDD pasca-persalinan.
  • Berbagi pengalaman agar wanita lain tidak merasa sendiri, meski bahagia jadi ibu.

Liputan6.com, Jakarta - Model Amerika Serikat bercerita tentang perjalanannya menjadi seorang ibu. Salah satu bagian yang tak terduga adalah ia mengalami gangguan Premenstrual Dysphoric Disorder () atau disforia pramenstruasi, usai menyambut kelahiran anak pertamanya, Jack Blues.

Diwartakan oleh People, Rabu (4/11/2026), pendiri Rhode itu mengatakan bahwa ia berjuang dengan PMDD setelah persalinan dan melihat masih banyak kurangnya percakapan dan penelitian seputar kondisi kesehatan pada wanita.

“Setelah melahirkan anak saya, saya agak kesulitan dengan hal itu, dan memang tidak banyak percakapan atau penelitian tentang hal tersebut,” ujar Hailey dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Women’s Wear Daily pada 30 Oktober lalu.

Pengusaha berusia 29 tahun tersebut juga mengatakan bahwa menjadi seorang ibu memperdalam minatnya pada kesehatan wanita, terutama perubahan fisik dan emosional yang dialami wanita selama maupun setelah melahirkan.

“Itu adalah perjalanan yang sangat intens dan istimewa yang saya alami. Ada begitu banyak hal yang terjadi saat hamil, selama persalinan. Ada begitu banyak hal yang terjadi menjelang kelahiran anak,” tambahnya.

Sebut Gejala Emosionalnya Lebih Intens

Saat tampil di podcast SHE MD pada Maret lalu, istri Justin Bieber tersebut mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah mengalami Premenstrual Syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi sebelum kehamilan. Namun, ia merasa gejala emosionalnya terasa berbeda setelah memiliki Jack. Terutama, hari-hari menjelang menstruasinya menjadi jauh lebih sulit untuk dijalani.

“Aku merasa, ‘Ini terasa jauh lebih intens daripada sebelumnya,’ seperti menjelang datang bulan,” tuturnya. “Aku kayak, “Kenapa rasanya seluruh hidupku bakal berakhir? Aku tidak paham.’ Aku cuma punya semua pikiran dan perasaan yang berputar-putar dan semuanya terasa kayak masalah terbesar di dunia.”

Ingin Perempuan di Luar Sana Tidak Merasa Sendiri

Dengan menceritakan apa yang ia alami, ia mengungkapkan bahwa itu membuat dirinya merasa tidak sendirian dan dapat saling memahami dengan para perempuan di luar sana yang mungkin juga mengalami hal yang sama.

“Bagi saya pribadi, percakapan membuat saya merasa tidak terlalu kesepian,” katanya. “Ketika kita bisa saling memahami dan bicara tentang hal yang berkaitan satu sama lain, serta membicarakan hal-hal yang kita hadapi dan perjuangkan, saya rasa itu membuat perjalanan ini terasa tidak terlalu sepi.”

Bahagia Menjadi Seorang Ibu

Terlepas dari tantangan yang dihadapinya, Hailey menegaskan bahwa menjadi seorang ibu merupakan salah satu pengalaman paling membahagiakan dalam hidupnya.

“Ini sangat menyenangkan. Saya selalu tahu saya ingin punya anak, saya selalu ingin menjadi seorang ibu,” katanya saat tampil di Therapuss.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia ingin menambah anggota keluarganya, namun tidak memaksakan diri untuk melakukannya dalam waktu dekat.

“Aku benar-benar ingin satu lagi,” katanya. “Aku tidak terburu-buru, tapi aku benar-benar ingin satu lagi. Mungkin aku akan punya empat lagi. Mungkin aku akan punya tiga. Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu. Aku hanya menjalaninya satu hari demi satu hari.”