Liputan6.com, Jakarta - batangan produksi PT Tbk (Antam) mengalami penurunan lumayan dalam pada perdagangan Sabtu (7/11/2026). hari ini tercatat lebih murah Rp 20.000 dibanding hari sebelumnya.
Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok sebesar Rp 2.545.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam masih berada di posisi Rp 2.565.000 per gram.
Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam juga merosot dengan nominal yang sama, yakni Rp 20.000. Harga buyback emas Antam kini berada di posisi Rp 2.350.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.370.000 per gram.
Harga buyback ini merupakan patokan nilai yang diterima oleh pemilik emas ketika menjual kembali batangan emasnya kepada pihak Antam. Pergerakan harga emas Antam sendiri dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar serta pergerakan harga emas dunia.
Sebagai catatan, harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebesar Rp 3.168.000 per gram pada Kamis (29/1/2026) dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.
Sesuai aturan pemerintah, transaksi emas Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,25%. Sementara untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung dari total nilai penjualan.
Rincian Harga Emas Antam
Berikut rincian harga dasar emas batangan Antam pada Sabtu (7/11/2026):
- Emas 0,5 gram: Rp 1.322.500
- Emas 1 gram: Rp 2.545.000
- Emas 2 gram: Rp 5.030.000
- Emas 3 gram: Rp 7.520.000
- Emas 5 gram: Rp 12.500.000
- Emas 10 gram: Rp 24.945.000
- Emas 25 gram: Rp 62.237.000
- Emas 50 gram: Rp 124.395.000
- Emas 100 gram: Rp 248.712.000
- Emas 250 gram: Rp 621.515.000
- Emas 500 gram: Rp 1.242.820.000
- Emas 1.000 gram: Rp 2.485.600.000.
Harga Emas Dunia Tertekan Data Ketenagakerjaan AS
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) tercatat lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kondisi ini turut mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi US$ 4.059,90 per ons. Bahkan, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah US$ 4.033,29 per ons. Meski demikian, harga emas masih mencatat kenaikan 4,8 persen sepanjang pekan.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1 persen menjadi US$ 4.071,80 per ons.
Indeks dolar AS menguat 0,7 persen ke level tertinggi sejak 29 Oktober. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkat.
Ujian Bagi Emas
Analis logam Tai Wong mengatakan, penguatan data ketenagakerjaan AS memberikan tekanan terhadap harga emas.
"Harga emas langsung terkoreksi setelah laporan ketenagakerjaan yang sangat kuat di berbagai sektor, tetapi kini berusaha kembali menguat. Ini menjadi ujian bagi reli harga emas sepanjang pekan ini," kata Wong dikutip dari CNBC, Sabtu (7/11/2026).
Data menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian AS (nonfarm payrolls) pada Oktober meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat sehingga memberikan ruang bagi The Fed untuk lebih fokus mengendalikan inflasi.
Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, daya tarik emas bagi investor berkurang.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 0,2 persen menjadi US$ 51,88 per ons. Platinum menguat 1,2 persen menjadi US$ 1.534,59, sedangkan paladium turun 0,9 persen menjadi US$ 1.021 per ons. Ketiganya diperkirakan mencatat kenaikan sepanjang pekan.