REPUBLIKA.CO.ID, AMUNTAI, – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, berkomitmen memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai strategi utama pengentasan kemiskinan. Penguatan ini difokuskan pada optimalisasi pendampingan terhadap kelompok masyarakat rentan di daerah tersebut.
Wakil Bupati HSU Hero Setiawan menegaskan bahwa SDM PKH memegang peran strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam mendampingi keluarga penerima manfaat. Hal itu disampaikannya saat kegiatan bakti sosial yang digelar SDM PKH di Gedung H Abdul Wahid, Amuntai, Minggu.
“SDM PKH menempati peran strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam mendampingi keluarga penerima manfaat,” kata Hero Setiawan.
Menurut Hero, tugas para pendamping PKH tidak hanya sebatas membantu penyaluran bantuan sosial. Lebih dari itu, mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat agar lebih berdaya, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh SDM PKH untuk terus menjaga integritas dan memperkuat solidaritas. Ia mendorong para pendamping untuk mengembangkan inovasi dalam metode pendampingan masyarakat agar program berjalan lebih efektif.
Hero menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten HSU, yaitu HSU Bangkit (Berkeadilan, Unggul, dan Kreatif). Ia menekankan bahwa visi tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan upaya konkret pengentasan kemiskinan.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, jumlah penduduk miskin di HSU tercatat sekitar 11,71 ribu orang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan, yakni berkurang sekitar 2,22 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun persentase penduduk miskin di HSU kini berada di angka 4,81 persen, atau menurun 0,94 persen dibandingkan tahun 2024.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.