Lombok Tengah (ANTARA) - Ikatan Motor Indonesia (IMI) mendorong talenta pembalap muda yang turun pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Mandalika Racing Series (MRS) 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu menembus Asia Talent Cup.
"IMI akan memberikan rekomendasi kepada pembalap di ajang MRS tersebut agar bisa mengikuti seleksi Asia Talent Cup," kata Ketua IMI Moreno Soeprapto saat menghadiri ajang MRS round final di Sirkuit Mandalika, Minggu.
Ia mengatakan para pembalap yang menjadi juara pada MRS akan dimasukkan dalam bank data pembalap sebagai upaya untuk mendorong pembalap-pembalap muda Indonesia agar bisa menembus ajang internasional.
"Melalui bank data itu, IMI melakukan pendataan secara sistematis terhadap pembalap-pembalap yang telah menunjukkan prestasi di berbagai kejuaraan nasional, termasuk di ajang Mandalika Racing Series," ujarnya.
Berdasarkan data sementara, terdapat empat pembalap muda yang dinilai memiliki potensi sangat bagus untuk didorong ke jenjang yang lebih tinggi.
"Empat pembalap ini potensinya sangat bagus dan tampil menonjol yang dinilai siap untuk bersaing di level Asia," katanya.
Ia mengatakan dengan jenjang tersebut, IMI berharap ekosistem balap motor di Indonesia, khususnya di Sirkuit Mandalika akan terus berkelanjutan dan melahirkan pembalap-pembalap muda berprestasi seperti Veda Ega, Mario Aji, dan Kiandra Ramadhipa.
Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengatakan ekosistem pengembangan kejuaraan balap tersebut harus berkelanjutan, sehingga bisa melahirkan pembalap muda Indonesia yang bisa bersaing di level Internasional atau MotoGP.
"Sirkuit Mandalika ini telah standar internasional, sehingga event yang digelar lebih berkualitas untuk melahirkan pembalap muda Indonesia," katanya.
Ia mengatakan Pertamina Mandalika Racing Series terus mengadaptasi aturan-aturan internasional mengacu pada FIM untuk meningkatkan kualitas pembalap Indonesia.
"Sejak awal kami memperkenalkan dan membiasakan mereka dengan regulasi balap internasional. Kami ingin para pembalap muda tidak hanya berkembang dari sisi kemampuan balap, tetapi juga memahami standar dan regulasi yang akan mereka hadapi ketika berkompetisi di jenjang yang lebih tinggi," katanya.