Nasional

Imunisasi HPV di Bali tembus 98 persen per November 2026

Imunisasi HPV di Bali tembus 98 persen per November 2026

Denpasar (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali mencatat cakupan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) telah mencapai 98,40 persen per 2 November 2026.

“Cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan mencapai 99,51 persen, sedangkan anak laki-laki sebesar 97,32 persen,” ucap Kepala Dinkes Bali I Nyoman Gede Anom dikonfirmasi di Denpasar, Rabu.

Anom menyampaikan capaian imunisasi HPV pada anak laki-laki Bali yang menembus 97,7 persen bahkan mendapat apresiasi dari Kemenkes karena menjadi yang tertinggi di antara tiga provinsi percontohan nasional, mengungguli DKI Jakarta dan DIY.

Menurutnya keberhasilan ini diraih berkat kolaborasi Dinkes Bali, puskesmas, dan lintas sektor dalam mengedukasi masyarakat melalui media sosial hingga sosialisasi video edukasi ke sekolah-sekolah.

Empat daerah berhasil melampaui target 100 persen, dipimpin Kabupaten Badung sebesar 118,23 persen terdiri dari 114,84 persen laki-laki dan 121,78 persen perempuan.

Kabupaten Gianyar menyusul dengan capaian 109,62 persen terdiri dari 112,54 persen laki-laki dan 106,67 persen perempuan, Kota Denpasar mencatat angka 105,24 persen terdiri 99,19 persen laki-laki dan 111,55 persen perempuan, disusul Kabupaten Tabanan sebesar 103,64 persen terdiri dari 108,11 persen laki-laki dan 98,89 persen perempuan.

Sementara itu, empat kabupaten lain berada di kisaran 90 persen, seperti Kabupaten Klungkung 93,77 persen dengan 94,40 persen laki-laki dan 93,13 persen perempuan, Kabupaten Jembrana mencatatkan 92,91 persen terdiri 89,96 persen laki-laki dan 96,10 persen perempuan, diikuti Kabupaten Bangli 91,38 persen yaitu 94,01 persen laki-laki dan 88,67 persen perempuan.

Adapun Kabupaten Buleleng menyentuh angka 90,77 persen dengan 90,89 persen laki-laki dan 90,64 persen perempuan.

Anom menjelaskan bahwa pemberian imunisasi ini sangat vital untuk mencegah kanker serviks pada perempuan, serta mencegah kanker anus, penis, orofaring, dan kutil kelamin pada laki-laki.

Program yang menyasar 58.391 anak yaitu 29.818 laki-laki dan 28.573 perempuan kelas 5 SD sejak BIAS Agustus 2026 ini dipastikan terus berlanjut.

“Untuk di Provinsi Bali perluasan vaksin HPV bagi anak laki-laki masih akan tetap dilaksanakan di tahun 2027, hal ini sesuai dengan perencanaan dari program imunisasi Kementerian Kesehatan,” ujar Anom.

Dinkes Bali juga mengintegrasikan imunisasi HPV dengan skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Di balik torehan positif tersebut, Anom mengakui belum seluruh sasaran dapat dijangkau akibat kendala penolakan dari sebagian orang tua siswa.

Kondisi ini membuat Kabupaten Karangasem menjadi daerah dengan capaian terendah di Bali, yakni baru menyentuh 78,51 persen dengan 76,03 persen laki-laki dan 81,07 persen perempuan.

“Capaian HPV yang terendah adalah Kabupaten Karangasem karena masih ada penolakan dari orang tua siswa,” ucap Anom.

Untuk itu dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat, Pemprov Bali memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi.

Edukasi juga menyasar orang tua siswa sekolah dasar melalui sosialisasi yang dilakukan puskesmas bersama pihak sekolah.