Politik

Inggris, EU akan sepakati penghapusan pemeriksaan ekspor pasca-Brexit

Inggris, EU akan sepakati penghapusan pemeriksaan ekspor pasca-Brexit

Moskow (ANTARA) - Inggris akan menandatangani perjanjian perdagangan baru dengan Uni Eropa (EU) pada 20 November untuk menghapus pemeriksaan ekspor yang diberlakukan setelah negara itu keluar dari blok tersebut, demikian menurut laporan Sky News.

Perjanjian itu akan menghapus kewajiban sertifikat kesehatan hewan dan fitosanitari untuk ekspor, serta biaya pemeriksaan, sertifikat produk organik, sejumlah pungutan pelabuhan, dan pemeriksaan ekspor lainnya, menurut laporan tersebut pada Selasa.

Sertifikat fitosanitari adalah dokumen resmi yang menyatakan bahwa suatu komoditas tanaman, buah, sayur, benih, kayu, atau hasil pertanian lainnya telah diperiksa dan bebas dari hama atau penyakit berbahaya dengan fungsi utama melindungi sektor pertanian negara tujuan dari masuk dan menyebarnya hama atau penyakit asing yang bisa merusak ekosistem lokal.

Selain itu, perjanjian perdagangan baru tersebut akan memungkinkan Inggris mengekspor sosis segar, kerang-kerangan yang berasal dari perairan Inggris, serta benih kentang ke EU.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan perjanjian tersebut akan membantu para petani Inggris dan menghilangkan hambatan administratif bagi pelaku usaha.

Dia juga dilaporkan menyampaikan niatnya untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan EU dalam pengendalian imigrasi.

Burnham mengatakan kepada Sky News bahwa perjanjian tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan tambahan produk domestik bruto (PDB) hingga 0,4 persen.

Pada Selasa, dengan mengutip Federasi Petani Nasional Inggris (National Farmers' Union), surat kabar The Guardian melaporkan bahwa ekspor pangan Inggris ke Uni Eropa turun lebih dari sepertiga sejak negara itu keluar dari blok tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026