Kejadian bencana di Bali akan berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, serta citra Bali di mata dunia. Karena itu kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama,
Denpasar (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Bali I Nyoman Giri Prasta meminta seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan.
“Kejadian bencana di Bali akan berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, serta citra Bali di mata dunia. Karena itu kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama,” kata Wagub Giri Prasta saat memimpin Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Pencegahan Bencana di Lapangan Iptu Soetardjo, Denpasar, Kamis.
Ia mengingatkan Bali mulai memasuki masa peralihan musim hujan berdasarkan data BMKG, dengan potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, banjir rob, dan abrasi di seluruh kabupaten/kota selama November.
Menurutnya, kesiapsiagaan merupakan kebutuhan mendesak bagi Bali sebagai daerah pariwisata agar keselamatan masyarakat terjaga dan aktivitas perekonomian tidak terganggu.
Bagi Pemprov Bali kesiapsiagaan tidak hanya menyangkut kelengkapan peralatan, tetapi juga kesiapan fisik, mental, serta keandalan sarana operasional, agar tidak menghambat kecepatan penanganan saat darurat.
Untuk itu Wagub Giri menginstruksikan penguatan koordinasi dan komunikasi lintas sektor mulai dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, hingga desa adat.
Selain itu mekanisme komando yang jelas dan pemantauan informasi peringatan dini BMKG perlu terus dioptimalkan pada wilayah rawan bencana.
“Utamakan keselamatan masyarakat dan keselamatan diri, tingkatkan edukasi kepada masyarakat, berikan informasi yang akurat, serta laporkan setiap perkembangan secara berjenjang,” ujarnya.
Mantan Bupati Badung itu menjelaskan upaya mitigasi dan perlindungan terhadap masyarakat serta alam dari ancaman bencana sejalan dengan implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Untuk itu ia terus mendorong agar sinergi dalam penguatan penanganan bencana mengedepankan semangat menyama braya atau kekeluargaan.
“Dengan semangat menyama braya, mari satukan tekad untuk siaga sebelum bencana, siap saat bencana, dan bangkit setelah bencana, jadilah yang terdepan menjaga Bali dengan hati dan aksi nyata, demi Bali yang aman, nyaman, dan lestari,” tuturnya.
Dalam apel tersebut Pemprov Bali menyiagakan 446 personel gabungan dari Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Ditpolair, Polres Bandara, BPBD, Basarnas, serta unsur tenaga kesehatan.
Operasi penanganan bencana ini turut didukung 42 kendaraan dan sarana operasional yang siap digerakkan sewaktu-waktu.