Politik

IPB tawarkan perkuatan talenta agromaritim melalui magang terintegrasi

IPB tawarkan perkuatan talenta agromaritim melalui magang terintegrasi

Bogor (ANTARA) - IPB University menawarkan tiga kemitraan strategis menjawab tantangan ketahanan pangan yang kian kompleks di tengah perubahan iklim ekstrem, salah satunya penguatan agromaritim melalui magang industri terintegrasi.

“IPB University terus memperkuat ekosistem riset, inovasi, pendidikan, dan kemitraan," kata Rektor IPB University Dr Alim Setiawan Slamet dalam keterangannya yang diterima di Bogor, Jumat.

Perguruan tinggi tersebut menggelar IPB Stakeholder Forum 2026 dengan tema “Meneguhkan Kemandirian, Menginspirasi Masa Depan” yang dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Dr Hanif Faisol Nurofiq dan berbagai stakeholder terkait.

Dr Alim Setiawan menawarkan tiga agenda kemitraan strategis, yakni selain penguatan talenta agromaritim melalui magang industri terintegrasi juga riset bersama dan hilirisasi skala industri, serta replikasi program pemberdayaan desa melalui One Village One CEO (OVOC) dan "Dosen Pulang Kampung".

Hal tersebut, kata rektor untuk menjawab tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks di tengah perubahan iklim ekstrem, disrupsi rantai pasok global, dan dinamika geopolitik.

"Saat ini, IPB University telah berkolaborasi dengan lebih dari 1.500 mitra strategis. Melalui ekosistem Agromaritim 5.0, inovasi IPB University juga telah menjangkau lebih dari 9.000 desa di Indonesia,” kata Rektor.

Menurut Dr Alim, hasil penelitian harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri melalui proses hilirisasi.

“Riset hebat tanpa hilirisasi hanya akan menjadi dokumen perpustakaan. Oleh karena itu, keberadaan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta dukungan regulasi pemerintah adalah kunci,” tegasnya.

Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr Alfian Helmi berharap kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 mitra strategis tersebut terus berkembang setiap tahun dan menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan.

“Forum ini membangun dialog bermakna antara dunia industri, pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk menciptakan kerja sama yang lebih berani dan berdampak,” ujarnya.

Melalui forum ini, IPB University berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga inovasi perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional.