Nasional

ITK dan BRIN kolaborasi perkuat riset terapan di Kaltim

ITK dan BRIN kolaborasi perkuat riset terapan di Kaltim

Balikpapan (ANTARA) - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat bekerja sama memperkuat pengembangan riset terapan serta sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur.

Kepala BRIN Prof. Arif Satria, di Balikpapan, Sabtu, mengajak seluruh civitas akademika ITK untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas riset utama yang dimiliki oleh BRIN.

"Silakan manfaatkan fasilitas riset utama kami, termasuk laboratorium genomik yang tercanggih di Asia Tenggara dan perangkat komputer berkinerja tinggi untuk menunjang kajian strategis," kata Arif usai penandatanganan nota kesepahaman antara BRIN dan ITK dalam OCTAGRAM 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu ITK, Balikpapan.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Rektor ITK Prof.Agus Rubiyanto, bersama Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman Putra.

OCTAGRAM 2026 sendiri merupakan ajang pameran karya ilmiah dan ekosistem bisnis digital tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Bisnis Digital FSTI ITK.

Rektor ITK Agus Rubiyanto menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini bertujuan agar hasil riset dari lingkungan kampus dapat langsung diimplementasikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.

"Hasil riset harus bisa diterapkan dan menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu, kehadiran BRIN dan mitra strategis menjadi sangat penting bagi ITK," ucap Agus.

Sebagai bentuk langkah konkret, ITK telah menyiapkan tiga program utama yang meliputi magang riset, pendampingan tugas akhir, bimbingan dosen, serta riset bersama di bidang energi, pangan, teknologi digital, dan wilayah.

Selain itu, disiapkan pula pembangunan ruang uji coba teknologi di lapangan yang dinamakan Kalimantan Living Lab.

Untuk mendukung ruang kolaborasi ini, BRIN membuka skema pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM). BRIN juga menyatakan kesiapannya untuk menambah alokasi pendanaan apabila jumlah proposal riset unggulan dari para dosen ITK terus meningkat.

Di sisi lain, Kepala BRIN menilai bahwa usia ITK yang baru menginjak 14 tahun justru menjadi sebuah keunggulan kompetitif yang tersembunyi.

Meskipun letak kampusnya berada di antara kawasan pemukiman, kebun, dan ladang masyarakat di Karang Joang, Balikpapan, ITK dinilai memiliki fleksibilitas tinggi untuk berkembang.

"ITK tidak punya beban masa lalu. ITK bisa mulai melangkah maju dari sekarang untuk masa depan," tutur Arif.