Liputan6.com, Jakarta - Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau dipastikan menghadiri sidang kasus tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo Cs di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Jokowi akan hadir sebagai saksi.
"Iya, Pak Jokowi akan hadir (dalam sidang Roy Suryo)," kata Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah kepada Liputan6.com, Rabu (4/11/2026).
Dia menekankan Jokowi siap menunjukkan ijazah aslinya dalam sidang tersebut. Namun, apabila diizinkan oleh majelis hakim.
"Insya Allah, jika diizinkan oleh Hakim Yang Mulia," jelas Syarif.
Polisi Siapkan 3 Ring Pengamanan
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengatakan pihaknya akan menyiapkan pengamanan berlapis untuk sidang kasus tudingan ijazah palsu Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo.
"Kegiatan hari kamis tanggal 5 November 2026, kami bersama Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan juga Pak Kajari dari Jakarta Timur, kami dari dari Jakarta Timur, kami melakukan kegiatan survei kegiatan untuk sidang, keterangan saksi," ujar Alfian kepada wartawan di PN Jaktim, Selasa (3/11/2026).
"Dan tentunya di sini kegiatan pengamanan pola sama yang sudah dilaksanakan oleh terdakwa dari Roy Suryo maupun Saudari Tifa," sambung dia.
Alfian menjelaskan, untuk jumlah pengamanan akan disiapkan sesuai dengan kebutuhan, di mana, ring 1 yaitu pengamanan di ruang sidang utama.
"Ring 2 di sekitaran di Pengadilan Negeri (kantor), dan di ring 3 adalah di luar daripada kantor Pengadilan Negeri. Jadi pengamanan ini ada ring 1, ring 2, dan ring 3. Di situ sesuaikan dengan eskalasi jumlah personel yang kami libatkan," ucap dia.
Menurut Alfian, pengamanan dilakukan dengan sistem terbuka dan tertutup.
"Artinya terbuka ini adalah menggunakan seragam dan kami akan koordinasi dengan Karo Ops Polda Metro Jaya untuk BKO dari Sat Brimob maupun Sat Samapta, dan juga dibantu oleh Sat Reskrim sebagai Satgas Gakkum, dan tentunya dibantu juga dari deteksi dini yaitu dari Sat Intelkam, baik dari Polda Metro Jaya maupun dari Polres Metro Jakarta Timur," papar dia.
Terkait berapa banyak personel yang akan dikerahkan, menurutnya akan menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Untuk perkiraan pengamanan masih kita akan siapkan jumlahnya, nanti kita berikan. Tentunya kami tadi hanya survei untuk lokasi, tempat untuk transitnya saksi dan juga terdakwa," kata dia.