REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku tersinggung dan marah karena kedua orang tuanya ikut diseret dalam polemik tuduhan ijazah palsu UGM. Dia bahkan mengaku, sakit hati karena orang tuanya, yang telah merawat dan menyekolahkannya sejak bayi, turut menjadi sasaran tuduhan.
Hal itu disampaikan Jokowi seusai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026) malam WIB. Persoalan mengenai orang tuanya tersebut sebelumnya juga sempat disinggung Jokowi saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim.
Dalam persidangan, Jokowi mengungkapkan dirinya merasa sangat sakit hati ketika Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa mendatangi makam orang tuanya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dia juga menyinggung pernyataan yang meragukan bahwa Sudjiatmi Notomihardjo merupakan ibu kandungnya.
"Dan di situ menyampaikan bahwa Sujiatmi Notomiharjo itu bukan ibu saya. Padahal beliau itu ibu kandung saya, yang memberi makan saya dari kecil, dari bayi sampai gede, menyekolahkan saya dengan amat sulitnya," kata mantan wali kota Solo tersebut dalam persidangan.
Pernyataan tersebut kembali ditanyakan kepada Jokowi seusai sidang. Dia mengaku, sangat tersinggung karena tuduhan tersebut turut menyasar ibu dan bapak kandungnya. "Ya jelas, saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu," kata Jokowi.
Dia kemudian mengingatkan jasa kedua orang tuanya yang telah merawat dan menyekolahkannya sejak bayi. Jokowi mempertanyakan siapa yang tidak akan merasa sakit hati jika orang tuanya dikatakan dengan perkataan seperti itu.
"Karena beliau, apa pun beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang enggak sakit?" ujar Jokowi.
Dalam catatan, Roy Suryo dan dr Tifa mengunjungi makam Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi Notomihardjo di Kabupaten Karanganyar pada Kamis (9/10/2025). Kunjungan tersebut menjadi perhatian setelah videonya diunggah melalui akun YouTube Refly Harun dan ramai beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Roy dan Tifa mempertanyakan silsilah keluarga Jokowi dengan menyinggung usia kedua orang tuanya saat Jokowi dilahirkan. Tifa bahkan menyampaikan hipotesis bahwa Sudjiatmi bukan ibu kandung Jokowi.
Menanggapi kunjungan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan terima kasih atas perhatian Roy Suryo dan dr Tifa yang telah berziarah ke makam kakek dan neneknya. Gibran juga menegaskan makam tersebut merupakan makam keluarga yang terbuka bagi siapa pun yang ingin berziarah.
"Makam tersebut adalah makam keluarga, siapa pun boleh melakukan ziarah kubur dan mendoakan almarhum kakek dan almarhumah nenek kami," kata Gibran dalam keterangan kepada Republika.