mendonasikan 100 persen bonus medali emas Asian Games 2026 untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jojo, sapaan karib Jonatan, bersyukur atas apresiasi pemerintah. Namun, di tengah kegembiraan menerima bonus, ia mengaku tersentuh melihat keprihatinan masyarakat yang terdampak karhutla.
"Ketika saya melihat kondisi saudara-saudara kita yang sedang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saya merasa ada sesuatu yang perlu saya lakukan," tulis Jonatan di Instagram, Sabtu (7/11).
"Di saat begitu banyak orang sedang mengalami kesulitan, kehilangan, dan membutuhkan pertolongan, saya justru masih diberikan kesempatan untuk menerima berkat melalui bonus tersebut."
Sebagai atlet independen, Jonatan menyebut nominal bonus Asian Games sebenarnya sangat berarti untuk operasional. Namun, Jonatan percaya ada masyarakat yang lebih membutuhkan.
"Bonus yang saya terima ini sebenarnya bisa sangat membantu membiayai perjalanan turnamen saya bersama tim selama hampir satu tahun. Tentu itu bukan jumlah yang kecil bagi saya."
"Tetapi, setelah melihat situasi yang sedang dialami saudara-saudara kita, saya merasa bahwa saat ini mereka jauh lebih membutuhkan bantuan tersebut dibandingkan saya," kata Jonatan.
Menurut Jonatan, penanganan korban karhutla jauh lebih mendesak dibandingkan kebutuhan pribadinya. Jonatan menyebut donasinya difokuskan pada tiga sektor utama.
Tiga fokus itu meliputi perlindungan satwa liar melalui Kalaweit, reboisasi hutan terbakar bersama Jerhemy Owen dan Fery Irwandi, serta bantuan medis anak-anak penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Saya tahu bahwa bantuan ini mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah yang ada, tetapi setidaknya, saya berharap ada kehidupan yang bisa kita bantu, ada harapan yang bisa kita tumbuh kembali, dan ada beban yang bisa kita ringankan bersama," tulisnya.