JAKARTA – Penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) memiliki lebih banyak pilihan stasiun keberangkatan dan kedatangan di wilayah Bekasi, Cikarang, dan Jakarta mulai 1 Desember 2026. Penambahan pemberhentian tersebut berlaku melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026 yang mulai diterapkan pada tanggal tersebut.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba mengatakan jumlah perjalanan KAJJ yang berhenti di Stasiun Bekasi bertambah dari 136 menjadi 139 perjalanan. Tambahan tersebut mencakup tiga kereta, yakni KA Manahan nomor 59 relasi Solo Balapan–Gambir, KA Bangunkarta nomor 176 relasi Pasar Senen–Jombang, dan KA Tegal Bahari nomor 226 relasi Pasar Senen–Tegal.
“Tambahan tersebut mencakup KA Manahan nomor 59 relasi Solo Balapan–Gambir, KA Bangunkarta nomor 176 relasi Pasar Senen–Jombang, serta KA Tegal Bahari nomor 226 relasi Pasar Senen–Tegal,” ujar Anne dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Penambahan lebih banyak terjadi di Stasiun Cikarang. Jumlah perjalanan KAJJ yang berhenti di stasiun tersebut meningkat dari 52 menjadi 58 perjalanan, atau bertambah enam perjalanan.
Enam kereta tersebut adalah KA Manahan nomor 61 relasi Solo Balapan–Gambir, KA Pangandaran nomor 128 relasi Gambir–Sidareja, KA Parahyangan nomor 133 relasi Bandung–Gambir, KA Parahyangan nomor 134 relasi Gambir–Bandung, KA Singasari nomor 149 relasi Blitar–Pasar Senen, serta KA Tawangjaya Premium nomor 213 relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.
Sementara itu, jumlah perjalanan KAJJ yang berhenti di Stasiun Jatinegara bertambah dari 94 menjadi 96 perjalanan. Dua tambahan tersebut berasal dari KA Cakrabuana nomor 123 relasi Cirebon–Gambir dan KA Gumarang nomor 178 relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi.
Anne menegaskan penambahan pemberhentian hanya berlaku pada perjalanan tertentu sesuai jadwal GAPEKA 2026. Masyarakat diharapkan memeriksa kembali stasiun keberangkatan dan kedatangan saat memesan tiket.
“Bagi sebagian pelanggan, hal ini dapat memberikan alternatif untuk mengakses perjalanan antarkota tanpa harus selalu memilih stasiun utama di pusat Jakarta,” sambung dia.
Sepanjang Januari–Oktober 2026, Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara mencatat 4.636.404 aktivitas naik dan turun penumpang KAJJ. Jumlah tersebut bertambah 395.231 aktivitas atau sekitar 9,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pengembangan layanan perlu mengikuti persebaran tersebut agar masyarakat memiliki alternatif keberangkatan dan kedatangan yang sesuai dengan kebutuhannya,” lanjut Anne.
Ketiga stasiun tersebut juga melayani mobilitas pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek. Selama sepuluh bulan pertama 2026, tercatat 37.990.375 aktivitas masuk dan keluar penumpang Commuter Line di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara.
Anne mengatakan penambahan pemberhentian KAJJ diharapkan memperluas pilihan perjalanan antarkota bagi masyarakat di Bekasi, Cikarang, dan wilayah sekitarnya. KAI juga mempertimbangkan perkembangan mobilitas penumpang dalam penataan akses dan penyesuaian layanan kereta api.
“Melalui penambahan pemberhentian dalam GAPEKA 2026, kami ingin masyarakat di Bekasi, Cikarang, dan kawasan sekitarnya memiliki lebih banyak pilihan untuk terhubung dengan berbagai kota di Jawa menggunakan kereta api,” kata Anne.
Daftar tambahan pemberhentian KAJJ mulai 1 Desember 2026:
1. Stasiun Bekasi
Jumlah perjalanan bertambah dari 136 menjadi 139, dengan tambahan:
KA Manahan nomor 59, relasi Solo Balapan–Gambir.
KA Bangunkarta nomor 176, relasi Pasar Senen–Jombang.
KA Tegal Bahari nomor 226, relasi Pasar Senen–Tegal.
2. Stasiun Cikarang
Jumlah perjalanan bertambah dari 52 menjadi 58, dengan tambahan:
KA Manahan nomor 61, relasi Solo Balapan–Gambir.
KA Pangandaran nomor 128, relasi Gambir–Sidareja.
KA Parahyangan nomor 133, relasi Bandung–Gambir.
KA Parahyangan nomor 134, relasi Gambir–Bandung.
KA Singasari nomor 149, relasi Blitar–Pasar Senen.
KA Tawangjaya Premium nomor 213, relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.
3. Stasiun Jatinegara
Jumlah perjalanan bertambah dari 94 menjadi 96, dengan tambahan:
KA Cakrabuana nomor 123, relasi Cirebon–Gambir.
KA Gumarang nomor 178, relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi.