Nasional

KAK BOTAK PINTAR dari Koja, Program Olah Sampah untuk Bimbel Warga

KAK BOTAK PINTAR dari Koja, Program Olah Sampah untuk Bimbel Warga
Jakarta, CNN Indonesia

Ada yang unik dari pengolahan sampah plastik di wilayah Koja, Jakarta Utara. Program bank sampah di wilayah Kelurahan Rawa Badak Utara menawarkan program bimbingan belajar (bimbel) dengan bayaran sampah plastik.

Inisiatornya adalah pendiri Bank Sampah Mawar Baru Ari Sulandari.

"Saya menciptakan program yaitu bisa membayarkan dengan KAK BOTAK PINTAR. Itu adalah akronim dari 'tukarkan botol plastik untuk mendapatkan bimbingan belajar'," kata Ari, Kamis (5/11).

Ari adalah salah satu finalis Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang digelar Pemprov DKI Jakarta. 

Ari mengatakan ide ini muncul di 2017. Ia memang awalnya punya bimbel. Banyak warga yang ingin anaknya belajar di bimbel tersebut.

Namun saat itu banyak orang tua yang tidak punya biaya untuk membayar bimbel. 

Karena itu tercetus ide mengadakan program KAK BOTAK PINTAR, di mana layanan bimbel dapat dibayar dengan penukaran sampah botol plastik.

Kini, sebanyak 60 siswa telah mengikuti layanan bimbel besutan Ari. Dari 60 siswa tersebut, sekitar 50 di antaranya membayar melalui program dengan nama lucu ini.

"Saya bisa membuktikan bahwa sampah itu selain sebagai pendapatan tambahan, bisa memberikan bantuan atau donasi kepada yang membutuhkan, tetapi sampah juga akhirnya bisa juga memberikan fasilitas pendidikan," kata Ari.

Ari juga bekerja sama dengan tim bank sampahnya untuk memberikan pelatihan agar anak-anak semakin peduli terhadap sampah.

"Ditambah ada tambahan yaitu pelajaran-pelajaran kerajinan tangan tentang bagaimana cara mengolah sampah lebih baik, menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Ari.

Kelas bimbel Ari dibuka dua kali sepekan yakni saban Selasa dan Kamis. Pendidikan yang diberikan merupakan pelajaran sekolah dari mulai pelajaran Pra-TK, TK, SD, hingga SMP. Hal ini sangat membantu siswa yang ingin mendapat pelajaran lebih dari yang sekolah berikan.

Aksi nyata seperti halnya yang dilakukan Ari Sulandari di Rawa Badak Utara ini menjadi salah satu aksi yang ingin disorot melalui Pilah Olah Sampah Heroes 2026.

Program ini dijalankan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pelaksanaannya ditujukan untuk mengapresiasi para pahlawan lingkungan yang mampu membuat aksi nyata dan mengajak warga lainnya untuk turut peduli terhadap sampah.

Pilah Olah Sampah Heroes 2026 telah berlangsung sejak 12 Oktober lalu. Dari sebanyak 172 pendaftar, kini 15 diantaranya masuk ke dalam tahapan verifikasi lapangan.

Nantinya sebanyak 10 peserta akan lanjut ke tahap penilaian final. Tahap ini akan dilaksanakan pada Senin (9/11) mendatang. Sementara itu, pengumuman dan penganugerahan pemenang akan dilakukan pada Selasa (10/11).