Nasional

Kapak hingga bahan bakar ditemukan dalam kasus penyerangan di Jaktim

Kapak hingga bahan bakar ditemukan dalam kasus penyerangan di Jaktim

Jakarta (ANTARA) - Polisi mengamankan sejumlah barang seperti kapak hingga tabung gas yang diduga telah dipersiapkan terduga pelaku penyerangan di Masjid Darul Ma’arif, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim).

"Dari informasi awal, ditemukan sejumlah barang yang diduga telah dipersiapkan oleh terduga pelaku, di antaranya dua senjata tajam berupa kapak," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Barang-barang tersebut meliputi dua senjata tajam berupa kapak dan belati, dua tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, dan bahan bakar jenis bensin.

Seluruh barang tersebut ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas di tempat kejadian perkara (TKP).

"Petugas kepolisian dari Polsek Duren Sawit bersama jajaran Polres Metro Jakarta Timur telah mendatangi lokasi dan melakukan penanganan serta pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara," jelas Alfian.

Menurut Alfian, barang-barang tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut dalam mengungkap rangkaian peristiwa penyerangan yang terjadi.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 04.15 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, sejumlah jamaah awalnya melihat api di depan pintu masjid.

Beberapa jemaah kemudian berupaya memadamkan api tersebut. Namun, dalam situasi itu, terjadi penyerangan menggunakan senjata tajam terhadap tiga orang jamaah di dalam masjid.

Ketiga korban mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dua korban dirawat di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Harum.

Dalam kejadian tersebut, seorang terduga pelaku berinisial F berhasil diamankan oleh saksi bersama jamaah lainnya dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

Penyidik saat ini masih mendalami keterkaitan barang-barang yang ditemukan dengan aksi penyerangan tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan.

Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti lainnya untuk merekonstruksi rangkaian kejadian secara menyeluruh.