Nasional

Kebakaran Hanguskan 289 Hektare Kawasan Hutan Gunung Ciremai

Kebakaran Hanguskan 289 Hektare Kawasan Hutan Gunung Ciremai

KUNINGAN -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terbakar pada pekan terakhir Oktober 2026 kemarin. Kejadin itu menghanguskan ratusan hektare kawasan.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Balai TNGC, dari hasil pemetaan dengan drone dan citra satelit terbaru dan pengolahan data yang dilaksanakan tanggal 26--27 Oktober 2026, diperkirakan luas areal kawasan hutan TNGC yang terbakar seluas kurang lebih 289 hektare. Kebakaran itu terjadi sejak 21--25 Oktober 2026.

“Kebakaran ini menimbulkan dampak ekologi dan lingkungan berupa kerusakan ekosistem, yakni menghanguskan vegetasi berupa semak belukar, savana, dan beberapa tegakan pohon serta pohon kayu yang sudah lapuk,” ujar Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Republika, Jumat (6/11/2026).

Dampak lainnya, lanju Toni, berupa gangguan habitat. Kebakaran itu, telah mengganggu keseimbangan ekosistem dan memaksa satwa liar bergerak menjauh dari areal terbakar.

Salah satunya ditemukannya anakan Surili yang terpisah dari induknya. Namun, satwa itu berhasil diselamatkan dan dikembalikan kepada induknya. 

“Secara keseluruhan belum ada laporan resmi adanya satwa prioritas yang mati atau terdampak langsung,” ucapnya.

Ia menambahkan, kebakarna tersebut juga berdampak pada terjadinya pencemaran udara. Kepulan asap tebal dari kebakaran di lereng gunung di sekitar area lokasi kebakaran hutan dan terlihat di wilayah sekitarnya.

Untuk dampak sosial dan operasional, sebelumnya telah dilakukan penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai sejak 6 September 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu guna menjaga keselamatan dan pemulihan ekosistem.

“Kebakaran itu juga mengharuskan mobilisasi ratusan personel gabungan dan bantuan teknologi seperti water bombing dan rekayasa cuaca menggunakan helikopter,” katanya.

Toni pun menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak atas kolaborasi dan sinergitas serta bantuan dalam upaya pengendalian kebakaran di kawasan TNGC. Bantuan itu diberikan dalam bentuk tenaga maupun logistik.

“Pascaterjadinya kebakaran hutan, sejak Senin, 26 Oktober 2026, tim TNGC kembali melakukan rutinitas patroli kawasan, penyisiran areal kebakaran untuk mengantisipasi bara sisa dan antisipasi terjadinya kebakaran kembali, pengecekan peralatan, dan pemulihan personil,” terangnya.