KUNINGAN -- Memasuki awal November, musim kemarau di wilayah Kabupaten Kuningan, berakhir. Hujan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang pun mulai melanda wilayah tersebut.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, menjelaskan, wilayah Kabupaten Kuningan saat ini mulai memasuki masa pancaroba (peralihan) dari musim kemarau ke musim penghujan. Masa pancaroba ditandai dengan hujan lokal, angin kencang dan petir, yang harus diwaspadai oleh masyarakat.
“Untuk musim hujannya diprakirakan November dasarian II,” kata Fuad kepada Republika, Selasa (3/11/2026).
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan. Salah satunya terjadi di Desa Legok, Kecamatan Cidahu, Senin (2/11/2026) pukul 15.30 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, peristiwa itu menyebabkan rumah milik seorang lansia, Tarni (70), mengalami rusak berat. Selain itu, angin juga menimbulkan kerusakan ringan pada Musholah Irsadul Ibat.
“Tidak ada korban jiwa,” ujar Indra.
Dalam waktu bersamaan, peristiwa serupa juga terjadi di Desa Luragungtonggoh, Kecamatan Luragung, Senin (2/11/2026) pukul 15.30 WIB. Peristiwa itu menyebabkan pohon Kenari setinggi 10 meter tumbang menimpa sebagaian akses jalan Luragung - Kuningan.
Selain itu, angin juga membuat spandek optik Zolaris roboh. Angin pun membuat atap sebuah ruko rusak terbawa angin.
Indra mengatakan, setelah mendapat laporan mengenai peristiwa di dua desa itu, pihaknya langsung mengirimkan tim assessment dan melakukan penanganan ke lokasi. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati terutama saat memasuki musim penghujan.