Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan kinerja ekspor makanan olahan nasional menunjukkan pertumbuhan 13,47 persen sepanjang Januari-Agustus 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Pada periode Januari-Agustus 2026, nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai 4,49 miliar dolar AS, meningkat 13,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi dalam keterangan SIAL Food & Drinks Indonesia di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Fajarini mengatakan pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global, sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri makanan dan minuman, sebagaimana tercermin dari kinerja ekspor makanan olahan nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif,” ujar dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan pameran seperti SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 sebagai platform strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional.
Pameran ini juga menjadi momentum untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk makanan dan minuman Indonesia di pasar global.
Berlangsung pada 4–6 November 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pameran dagang industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) ini menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah, sekaligus mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari Indonesia dan berbagai pasar internasional.
Melalui platform business-to-business/B2B, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 menghubungkan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri F&B.