Nasional

Lima terluka dan ratusan rumah rusak akibat puting beliung di Jember

Lima terluka dan ratusan rumah rusak akibat puting beliung di Jember

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Lima orang terluka dan ratusan rumah rusak, serta fasilitas umum juga mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Sumbersalak, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu sore. 

"Angin puting beliung begitu cepat menerjang sejumlah rumah dan warga sempat panik, sehingga ada yang keluar rumah dan ada yang di dalam rumah," kata Sugiono, salah seorang warga yang terdampak angin puting beliung di Desa Sumbersalak. 

Menurut dia, banyak genteng dan atap rumah warga beterbangan saat diterjang angin puting beliung, sehingga warga menyelamatkan diri ke tempat yang aman baik di dalam rumah maupun keluar rumah. 

"Kami pasrah melihat banyak genteng yang tersapu angin dan tidak bisa berbuat banyak. Yang penting warga selamat, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan angin puting beliung melanda Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember yang menyebabkan enam orang mengalami luka ringan. 

"Enam korban yang terluka yakni Siti Khadijah mengalami luka lecet di kepala, Alimin mengalami luka lecet di kepala, Maysaroh mengalami luka lecet di kepala dan kaki, kemudian Pak Mili mengalami luka lecet di kepala dan Ibu Tin mengalami luka lecet di kepala," tuturnya.

Korban yang mengalami luka-luka tersebut telah mendapatkan perawatan medis oleh petugas puskesmas setempat dan sudah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.

Ia mengatakan total rumah warga yang mengalami kerusakan sedang sebanyak enam kepala keluarga (KK), rusak ringan sebanyak 178 KK, dan enam unit fasilitas umum mengalami kerusakan akibat angin puting beliung tersebut.

"Fasilitas umum yang rusak yakni empat mushala yang mengalami kerusakan bagian atap, Masjid Nurul Amin juga mengalami kerusakan bagian atap, dan atap Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nuruzzaman mengalami kerusakan ringan bagian atapnya," ujarnya.

Selain itu, angin puting beliung juga menyebabkan puluhan pohon tumbang, barongan bambu roboh, satu tiang listrik PLN roboh dan kabel PLN tertimpa pohon, sehingga pihak PLN juga sedang melakukan perbaikan jaringan listrik.

"Untuk pohon tumbang yang menghalangi jalan juga sudah dipotong, sehingga akses jalan kembali lancar. Sedangkan pohon yang tumbang ke arah rumah warga juga sudah dipotong secara mandiri oleh warga setempat dibantu petugas," katanya.

Edy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap masa pancaroba atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan karena potensi angin kencang biasanya sering terjadi saat perubahan musim tersebut.