Nasional

Mario Aji bidik hasil lebih baik di tiga seri terakhir Moto2

Mario Aji bidik hasil lebih baik di tiga seri terakhir Moto2

Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji bertekad memperbaiki performanya pada tiga seri terakhir Kejuaraan Dunia Moto2 2026 setelah menjalani musim yang sulit dengan sejumlah hasil yang belum sesuai harapan.

Pembalap Idemitsu Honda Team Asia itu menilai kecepatan dan ritme balapnya cukup kompetitif, tetapi masih perlu meningkatkan konsistensi serta mengurangi kesalahan yang membuatnya kehilangan peluang meraih poin.

"Ya tentu bukan musim yang mudah. Banyak sirkuit yang menunjukkan kalau performa Mario ada di sana, tapi hasil balapan mungkin belum seperti apa yang kami harapkan," kata Mario dalam wawancara virtual, di Jakarta, Kamis.

Pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu mengatakan evaluasi terpenting menjelang akhir musim adalah menjaga ketenangan saat berlomba agar mampu memaksimalkan kemampuannya.

Mario juga memprioritaskan keberhasilan menyelesaikan balapan pada tiga seri terakhir di Qatar, Portugal, dan Valencia.

"Untuk sisa tiga seri ini mungkin saya mencoba lebih tenang untuk membawa motor sampai ke garis finis karena speed sama pace kita tidak jauh dengan pembalap yang kompetitif," ujarnya.

Evaluasi tersebut tidak terlepas dari hasil Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11), ketika Mario gagal menyelesaikan balapan akibat terjatuh pada putaran kedua.

Padahal, pembalap berusia 22 tahun itu memulai balapan dari posisi ke-11 dan sempat menembus kelompok 10 besar sebelum mengalami kecelakaan.

Meski kembali kehilangan kesempatan meraih poin, Mario tetap yakin mampu bersaing di kelas Moto2.

"Saya percaya saya mempunyai speed, saya hanya perlu lebih tenang di balapan," katanya.

Mario kini mengalihkan perhatian ke Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail pada 6–8 November sebagai salah satu kesempatan untuk memperbaiki hasil.

Menurut dia, karakter lintasan Lusail sesuai dengan gaya balapnya karena memiliki sejumlah tikungan berkecepatan tinggi.

"Qatar adalah salah satu layout yang menjadi favorit saya, jadi mungkin bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk minggu ini," ujar Mario.

Mario juga tidak merasa perlu melakukan perubahan besar dalam pendekatan balap bersama tim karena telah bekerja sama selama dua tahun terakhir.

Setelah Qatar, Mario dijadwalkan menjalani GP Portugal pada 20–22 November sebelum menutup musim pada GP Valencia, 27–29 November.