Asosiasi Sepak Bola Argentina () dilaporkan resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait sanksi pada Sabtu (7/11) waktu setempat.
Banding tersebut dilakukan AFA mengenai insiden dalam pertandingan final Piala Dunia 2026 yang melibatkan gelandang Leandro Paredes.
Dalam kasus ini, Paredes dihukum karena ribut dengan pemain Spanyol setelah laga final Piala Dunia 2026, Argentina vs Spanyol berakhir. Saat itu, Paredes mencengkeram leher Eric Garcia, kemudian mendorong Gavi ke tanah.
Kelakuan buruk Paredes itu memicu keributan pemain dari kedua tim. Hasilnya, mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut dihukum larangan bermain selama 10 pertandingan dan denda sebesar US$90 ribu atau setara dengan Rp1,6 miliar.
Selain hukuman untuk Paredes, Argentina juga ngotot membela pemain dan staf pelatih mereka yang terlibat dalam keributan dengan Spanyol, Nahuel Molina, Thiago Almada, dan asisten pelatih Roberto Ayala ke CAS.
"Langkah-langkah berikutnya, yang bertujuan untuk membela hak-hak pemain maupun AFA, adalah meminta dasar pertimbangan atas keputusan tersebut, kemudian membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk ditinjau kembali. Pihak Asosiasi meyakini bahwa mereka memiliki argumen faktual dan hukum yang cukup untuk menjustifikasi upaya banding ini," tulis AFA.
Dikutip dari Flashscore, FIFA yang sempat menolak banding AFA untuk masalah ini memberikan pengurangan hukuman untuk Molina dari larangan bermain 7 pertandingan dan denda US$90 ribu menjadi larangan 4 laga dan denda US$60 ribu. Namun pengurangan hukuman itu tetap tidak diterima AFA sehingga proses hukum berlanjut ke CAS.
Banding lain yang dibawa Tim Tango ke CAS adalah hukuman denda US$321.000 akibat yel-yel diskriminatif dari suporter Argentina.