Ekonomi

Medan Siaga 1 Banjir! Awas Hujan Lebat-Air Laut 2,6 M Datang Pagi-Pagi

Medan Siaga 1 Banjir! Awas Hujan Lebat-Air Laut 2,6 M Datang Pagi-Pagi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir rob dan hujan lebat yang diperkirakan terjadi pada November 2026.

Berdasarkan informasi peringatan dini, potensi banjir rob diperkirakan berlangsung pada 6-13 November 2026, khususnya di wilayah Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan.

Mengutip Instagram, BPBD Medan, ketinggian pasang air laut diprediksi dapat mencapai 2,6 meter pada dini hari. Selain itu, potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi pada 2-9 November 2026.

"Kondisi cuaca tersebut perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko genangan air maupun banjir di sejumlah wilayah Kota Medan," ungkap keterangan resmi di Instagram @bpbdkotamedan, Sabtu (7/11/2026).

BPBD Kota Medan mengajak masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, antara lain:

1. Memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi.
2. Membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing.
3. Mengamankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.
4. Menghindari aktivitas di sekitar pantai, sungai, dan lokasi rawan banjir saat kondisi cuaca ekstrem.
5. Menyiapkan kebutuhan darurat keluarga serta mengutamakan keselamatan diri dan anggota keluarga.

Selain itu, BPBD Kota Medan juga memberikan tips sebagai acuan yang bisa dilakukan masyarakat, antara lain:

- Pantau informasi cuaca secara berkala dari sumber resmi, seperti BMKG dan BPBD
- Pastikan air sekitar rumah tidak tersumbat
- Siapkan tas siaga bencana berisi obat, dokumen penting, senter, makanan, air, dan pakaian
- Ikuti arahan petugas dan tetap tenang dalam menghadapi kondisi darurat
- Hindari daerah rawan banjir, tebing, pohon besar, saat hujan lebat, dan angin kencang
- Bantu kelompok rentang (lansia, anak-anak, ibu hamil) agar selamat.

Masyarakat yang membutuhkan informasi maupun bantuan kebencanaan dapat menghubungi Call Centre BPBD Kota Medan di nomor 081370800880.
BPBD Kota Medan mengingatkan bahwa kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan informasi peringatan dini, serta melakukan langkah antisipasi sejak awal, diharapkan risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Peringatan Dini BMKG

Sebelumnya, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan potensi hujan untuk periode sepekan, 6-12 November 2026. BMKG mengingatkan potensi hujan di tengah El Nino yang masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat. Ditambah Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

BMKG menyebut gelombang ekuatorial Rossby diprakirakan aktif di sebagian Sumatra bagian utara hingga tengah dan Maluku Utara, sedangkan gelombang Kelvin berpotensi aktif di Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara. Aktivitas gelombang tersebut, disertai pola perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama dengan dukungan kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil.

Dengan kondisi tersebut, BMKG memprediksi curah hujan pada Dasarian I-II November 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia kategori rendah hingga menengah (0-150 mm/dasarian).

"Namun, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, sementara daerah dengan curah hujan terbatas tetap perlu mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan," tulis BMKG.

Pada periode tanggal 6-8 November 2026, BMKG memperingatkan, Cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan dengan intensitas ringan.

Namun, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Lalu pada periode tanggal 9-12 November 2026, BMKG memprakirakan, Cuaca di Indonesia umumnya didominasi kondisi hujan dengan intensitas ringan.

Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di:

- Awas (hujan sangat lebat - ekstrem): Sumatra Utara
- Siaga (hujan lebat): Aceh dan Sumatra Barat
- Angin Kencang: Papua Selatan.

(dce)[Gambas:Video CNBC]