Nasional

Mercedes-Benz tarik 192 unit S-Class akibat cacat pada sistem rem

Mercedes-Benz tarik 192 unit S-Class akibat cacat pada sistem rem

Jakarta (ANTARA) - Jenama otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz melakukan kampanye penarikan kembali (recall) terhadap 192 unit S-Class dan Mercedes-Maybach S-Class di Australia karena selang rem depan berpotensi rusak, memicu kebocoran minyak rem dan menurunkan kemampuan pengereman kendaraan.

Menurut laporan dari Drive, Jumat (6/11) waktu setempat, kerusakan tersebut berkaitan dengan cacat produksi yang memungkinkan selang rem pada poros depan mengalami kerusakan seiring waktu.

Kondisi itu berpotensi menyebabkan minyak rem keluar dari sistem hidrolis, sehingga kemampuan pengereman kendaraan mengalami penurunan. 

Gangguan tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang mengakibatkan cedera serius, hingga kematian bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

Penarikan tersebut mencakup kendaraan Mercedes-Benz S-Class dan Mercedes-Maybach S-Class dengan tahun produksi 2022 hingga 2024. Otoritas Australia mencatat jumlah kendaraan yang masuk dalam program penarikan mencapai 192 unit.

Kampanye penarikan itu, terdaftar dengan nomor REC-006757 dan kode kampanye RC5239. Pemberitahuan resmi mengenai masalah keselamatan tersebut, diterbitkan pada 30 Oktober 2026.

Mercedes-Benz Australia/Pacific meminta pemilik kendaraan yang terdampak untuk menghubungi jaringan diler resmi terdekat guna menjadwalkan pemeriksaan dan perbaikan.

Pengerjaan perbaikan terhadap komponen yang bermasalah tersebut dilakukan tanpa dikenakan biaya kepada pemilik kendaraan.

Masalah pada selang rem menjadi perhatian penting karena komponen tersebut berperan dalam menyalurkan tekanan hidrolis dari sistem pengereman menuju roda.

Apabila terjadi kebocoran minyak rem, tekanan yang dibutuhkan untuk memperlambat hingga menghentikan kendaraan dapat berkurang.

Penurunan kinerja pengereman juga berpotensi memengaruhi jarak berhenti kendaraan, terutama ketika pengemudi harus melakukan pengereman mendadak dalam kondisi lalu lintas padat atau saat melaju pada kecepatan tinggi.

Pemilik kendaraan dapat memastikan apakah mobilnya masuk dalam daftar penarikan dengan mencocokkan nomor identifikasi kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN) dengan daftar yang diterbitkan otoritas Australia.

Langkah penarikan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko keselamatan akibat potensi kegagalan komponen kendaraan, khususnya sistem pengereman yang berkaitan langsung dengan kemampuan pengemudi mengendalikan laju mobil.