Politik

OJK dukung pengembangan industri kreatif batik di Banyuwangi

OJK dukung pengembangan industri kreatif batik di Banyuwangi
Perpaduan BBF dan BIK menjadi langkah strategis untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di tengah masyarakat, khususnya para pelaku industri kreatif

Banyuwangi (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember memberikan dukungan dalam pengembangan industri kreatif batik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melalui kolaborasi penyelenggaraan Banyuwangi Batik Festival (BBF) dengan Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Kepala Kantor OJK Jember Aris Budiman dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu, menyampaikan kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha batik, memperluas akses layanan keuangan, dan sekaligus membuka peluang pasar bagi perajin dan pelaku UMKM lokal.

"Perpaduan BBF dan BIK menjadi langkah strategis untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di tengah masyarakat, khususnya para pelaku industri kreatif," ujarnya.

Menurut Aris, pengembangan industri batik membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya perajin, tetapi juga pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, hingga masyarakat sebagai konsumen produk lokal.

Ia mengungkapkan bahwa dalam proses pembuatan batik membutuhkan kain, pewarna dan berbagai bahan pendukung lainnya, begitu pula upaya meningkatkan literasi keuangan.

"Juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan hingga pemerintah daerah," katanya.

Aris berharap kolaborasi BIK dengan Banyuwangi Batik Festival yang telah berjalan dua kali tersebut bisa terus berlanjut dan memberikan dampak bagi masyarakat di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Tahun ini BBF kembali digelar di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan pada 6-8 November 2026, dan festival ini mengangkat motif Sabuk Mangir Latar Ukel," katanya.

Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengemukakan Banyuwangi Batik Festival telah berkembang menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya, sekaligus memperkuat ekosistem usaha batik di daerah itu.

"Di satu sisi kami merayakan warisan budaya, di sisi lain kami juga memperkuat ekonomi para perajin dan pelaku UMKM yang menghidupkan budaya," katanya.