Nasional

Ombudsman komitmen perkuat sidak ke lapas cegah tindakan penyiksaan

Ombudsman komitmen perkuat sidak ke lapas cegah tindakan penyiksaan

Jakarta (ANTARA) - Ombudsman RI (ORI) berkomitmen untuk memperkuat inspeksi mendadak (sidak) ke tempat-tempat penahanan dan fasilitas pemasyarakatan guna mencegah adanya tindakan penyiksaan.

Anggota Ombudsman RI Syafrida Rasahan menyampaikan pengawasan diperlukan untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia (HAM) dalam setiap proses pelayanan publik.

"Penyiksaan merupakan musuh semua umat manusia. Dalam keadaan apa pun, setiap orang bebas dari penyiksaan," kata Syafrida dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Selain itu, ORI juga akan mengadvokasi pembentukan mekanisme pencegahan nasional dan mendukung langkah Indonesia menuju meratifikasi Protokol Opsional Konvensi Menentang Penyiksaan.

Saat menerima kunjungan Subcommittee on Human Rights (DROI) Parlemen Eropa, di Jakarta, Selasa (27/10), Ombudsman pun membahas secara khusus mengenai berbagai isu strategis terkait perlindungan hak asasi manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Ombudsman RI Nuzran Joher menyatakan Indonesia dan Uni Eropa memiliki mitra erat yang dibangun atas demokrasi dan komitmen bersama terhadap hak asasi manusia.

Maka dari itu, dirinya menyambut baik kunjungan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat dialog konstruktif dan mempererat kerja sama antara Indonesia dan Uni Eropa.

Senada, Wakil Ketua Ombudsman RI Rahmadi Indra Tektona turut menyambut baik kedatangan DROI Parlemen Eropa.

Rahmadi menyampaikan kehadiran Ombudsman RI merupakan bagian dari perjalanan demokrasi di Indonesia yang menjunjung tinggi penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak warga negara.

Menurutnya, perkembangan demokrasi di Indonesia terus menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu.

"Ombudsman RI memiliki peran penting sebagai lembaga negara yang secara khusus mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik," ujar Rahmadi.

Sementara itu, Ketua Delegasi Parlemen Eropa dan DROI Mounir Satouri mengapresiasi beberapa temuan lapangan yang dipaparkan Ombudsman RI.

Dia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk memahami bagaimana hak asasi manusia diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia dan negara-negara Eropa.

"Indonesia dan Eropa memiliki kesamaan dalam menjunjung tinggi keberagaman, sejalan dengan semangat United in Diversity atau Bersatu dalam Keberagaman," tutur Mounir.

Pertemuan kedua belah pihak menjadi momentum berharga bagi Ombudsman RI dan DROI sebagai ranah bertukar pikiran dalam penguatan kerja sama nasional, kolaborasi dengan instansi HAM di ASEAN, serta pentingnya menegakkan keadilan internasional