Padang Pariaman Pacu Kudo dilaksanakan untuk membangkitkan perputaran ekonomi masyarakat, melestarikan warisan budaya Minangkabau, serta mempererat tali silaturahmi antara warga di nagari dengan para perantau
Padang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, mengusulkan penyelenggaraan Padang Pariaman Pacu Kudo 2027 masuk ke dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2027 guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan tradisi budaya Minangkabau.
"Padang Pariaman Pacu Kudo dilaksanakan untuk membangkitkan perputaran ekonomi masyarakat, melestarikan warisan budaya Minangkabau, serta mempererat tali silaturahmi antara warga di nagari dengan para perantau," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Padang Pariaman Anton Wira Tanjung di Parik Malintang, Jumat.
Ia mengatakan, setiap pelaksanaan kegiatan wisata dan budaya tersebut dikunjungi oleh banyak penonton bahkan pada tahun depan pemerintah setempat menargetkan jumlahnya lebih dari 50 ribu orang.
Target kunjungan itu, kata dia, mencakup wisatawan lokal, nasional termasuk perantau, hingga mancanegara. Kehadiran pengunjung diharapkan memberikan dampak berganda terhadap perekonomian masyarakat terutama pelaku usaha mikro kecil dan menengah, kuliner lokal, perdagangan, ekonomi kreatif, serta jasa pariwisata.
Ia mengatakan, pada 2027 pacuan kuda direncanakan berlangsung pada 10-16 Mei di Gelanggang Pacu Kudo Duku Banyak, Kecamatan VII Koto dengan tetap melibatkan masyarakat sebagai salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah melibatkan niniak mamak, pemangku adat, sanggar seni, serta pemuda nagari untuk memastikan kegiatan itu berjalan guna merepresentasikan identitas budaya masyarakat Padang Pariaman.
Oleh karena itu, lanjutnya, pada kegiatan tahunan itu selain pacuan kuda kemeriahan kegiatan juga akan diperkuat melalui rangkaian Alek Nagari yang menampilkan kesenian tradisional Minangkabau, di antaranya Ulu Ambek, Indang, Gandang Tasa, Randai, dan Silek Tuo.
Penyelenggara juga merancang Parade Budaya bertema "Karambie: Dari Nagari untuk Dunia" sebagai sarana memperkenalkan kekayaan tradisi dan kesenian Minangkabau kepada wisatawan yang lebih luas.
Untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, kata dia, Pemkab Padang Pariaman mengusulkan dukungan anggaran sebesar Rp1,8 miliar kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memperkuat daya tarik Padang Pariaman Pacu Kudo agar mampu bersaing dan ditetapkan sebagai salah satu agenda dalam kalender KEN 2027.
Ia menambahkan, Pemkab Padang Pariaman telah menjalani sesi presentasi dan wawancara secara daring terkait pengusulan kegiatan pacuan kuda itu masuk ke dalam KEN 2027.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat membidik ajang wisata olahraga dan budaya Padang Pariaman Pacu Kudo untuk dapat menembus kalender wisata nasional atau Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
"Kita terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan fasilitas pendukung agar Padang Pariaman Pacu Kudo ini memenuhi standar untuk masuk ke dalam kalender wisata nasional," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang.
John mengatakan, Pemkab Padang Pariaman akan terus melaksanakan pacu kuda setiap tahunnya dengan diiringi peningkatan kualitas arena pacuan dan penyelenggaraan serta akan memanfaatkan arena itu untuk kegiatan olahraga lainnya salah satunya sepak bola.