Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Pagar Nusa menyatakan kehadiran Russian Space di Perpustakaan Masjid Istiqlal, Jakarta, sebagai peluang memperluas diplomasi kebudayaan, pendidikan, dan dialog antarumat beragama antara Indonesia dan Federasi Rusia.
“Saya menyambut baik kehadiran Russian Space sebagai ruang baru untuk memperkuat persahabatan, pertukaran pengetahuan, dan dialog kebudayaan antara masyarakat Indonesia dan Rusia,” ujar Ketua Umum PP Pagar Nusa, Nabill Haroen di sela menyaksikan peresmian Russian Space di Istiqlal, Jakarta, Jumat.
Menurutnya, Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama memiliki peluang mengembangkan pertukaran budaya melalui pencak silat, seni tradisi, dan pendidikan karakter.
Kerja sama semacam ini dapat memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus membangun saling pengertian di tengah perbedaan bangsa, bahasa, dan tradisi. Gus Nabil mengaitkan diplomasi kebudayaan dengan prinsip ta'aruf dalam tradisi pesantren.
“Dalam tradisi pesantren, kita mengenal prinsip ta'aruf, saling mengenal. Sebab, dari perkenalan lahir pemahaman, dari pemahaman tumbuh kepercayaan, dan dari kepercayaan terbangun persaudaraan,” kata dia.
Gus Nabil menilai pencak silat dapat menjadi salah satu jembatan diplomasi Indonesia-Rusia. Sebagai warisan budaya Indonesia, pencak silat tidak hanya mengajarkan keterampilan bela diri, tetapi juga nilai spiritual, pendidikan karakter, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap sesama.
Sebelumnya, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk menjadikan Masjid Istiqlal sebagai pusat peradaban dunia sekaligus sarana diplomasi lintas negara melalui pengembangan ruang edukasi dan budaya yang melibatkan berbagai negara.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan ruang bagi negara-negara sahabat untuk mengenalkan budaya, sejarah, dan tradisi mereka kepada masyarakat Indonesia yang mengunjungi Masjid Istiqlal.
“Fasilitas ini dihadirkan agar dapat dinikmati oleh para pengunjung Masjid Istiqlal. Sejak awal, kami di Masjid Istiqlal berupaya mewujudkan gagasan baik dari Imam Besar untuk menjadikan Istiqlal sebagai pusat peradaban dunia,” kata Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Farid F. Saenong.
Peresmian dihadiri Rais Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ketua Spiritual Assembly of Muslims of Russia (SAMR) Albir Hazrat Krganov, Mufti Tatarstan Kamil Hazrat Samigullin, Ketua CDCC Din Syamsuddin, Staf Khusus Menteri Agama, Farid F. Saenong, serta Perwakilan SAMR di Indonesia Arip Sultanmagomedov.